Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Belum Merasakan Kuliner Khas Malang? Wajib Cobain 5 Rekomendasi Tempat Makan Orem-orem di Malang

Aditya Novrian • Rabu, 4 Juni 2025 | 19:05 WIB
Ilustrasi Orem-orem khas Malang. (Kompas.com)
Ilustrasi Orem-orem khas Malang. (Kompas.com)

RADAR MALANG - Setiap kota punya kuliner yang melekat di hati warganya.

Di Malang, salah satu hidangan yang tak boleh dilewatkan adalah orem-orem, sajian sederhana berbasis tempe dan ketupat yang disajikan dalam kuah santan kuning berempah.

Makanan ini mungkin tidak sefamiliar bakso Malang, tapi bagi warga setempat, orem-orem adalah nostalgia, hidangan rumahan yang diwariskan lintas generasi.

Dulu, ketika bahan makanan sulit didapat, orem-orem lahir sebagai bentuk kreativitas kuliner yang kini bertahan sebagai ikon kuliner Kota Apel.

Jangan sampai menyesal!

Jika berkunjung ke Malang, berikut 5 rekomendasi warung orem-orem legendaris yang masih mempertahankan cita rasa aslinya.

  1. Warung Orem-Orem Khas Arema – Kuliner Nostalgia Mahasiswa

Lokasinya berada di  Jl. Blitar No.14A, Sumbersari, Lowokwaru

Dibuka mulai dari 09.30–15.30 WIB, tutup Jumat

Dibandrol dengan harga Rp8.000 (biasa), Rp11.000 (telur asin), Rp12.000 (ayam)

Baca Juga: Rujak Cingur Bu Kus, Kuliner Khas Malang yang Makin Istimewa dengan Kolak Pisang

Sejak berdiri tahun 1995, warung ini tak pernah sepi dari mahasiswa dan pekerja sekitar.

Pemiliknya, Alex Suprapto, mewarisi resep keluarga yang mempertahankan cita rasa asli tanpa modifikasi.

Warung ini dikenal dengan ketupatnya yang ekstra besar, berpadu dengan kuah santan gurih yang pas dinikmati tanpa tambahan lauk mewah.

Bagi mahasiswa UM dan UB, orem-orem di sini bukan sekadar makanan, tapi bagian dari kenangan masa kuliah.

Banyak alumni yang kembali ke warung ini hanya untuk mengenang masa-masa mereka nongkrong di sudut Malang.

  1. Warung Orem-Orem H. Abdul Manan – Sang Legenda di Pasar Comboran

Lokasinya berada di  Jl. Irian Jaya No.1, Sukoharjo, Klojen

Dibuka mulai dari 09.00–16.00 WIB

Dibandrol dengan harga Rp10.000

Warung yang berdiri sejak 1967 ini masih dikelola oleh Kusnan, anak dari H. Abdul Manan, pencipta resep asli orem-orem Malang.

Di sinilah pelanggan bisa menemukan ketupat jumbo, kuah kental, dan lauk pelengkap melimpah seperti mendol tempe, telur asin, dan kerupuk renyah.

Warung ini tidak berjualan online dan tetap mempertahankan atmosfer jadul, di mana pelanggan bisa melihat langsung ketupat besar tergantung dan menikmati makan di meja kayu sederhana.

"Di sini, kalau ada yang nggak mampu bayar, ya nggak usah bayar.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Es Legendaris Khas Malang, Segarnya Bikin Nagih

Sudah biasa sejak dulu," ujar Kusnan, menegaskan bagaimana warungnya tetap merakyat sejak awal berdiri.

  1. Warung Orem-Orem Abah Syahri – Aroma Arang yang Autentik

Lokasinya berada di  Jl. Gatot Subroto No.72, Jodipan

Dibuka mulai dari 09.00–16.30 WIB, tutup Jumat

Dibandrol dengan harga Rp8.000

Jika ingin merasakan orem-orem dengan cita rasa khas Malang kuno, warung Abah Syahri adalah tempatnya.

Sejak 1983, warung ini memasak kuah santannya menggunakan arang kayu bakar, menciptakan aroma dan rasa lebih dalam dibandingkan tempat lain.

Menu di sini tetap sederhana, terdiri dari ketupat, tempe, tauge, dan kuah santan, tetapi perkedel kentang dan tempe mendol jadi tambahan yang membuat warung ini lebih istimewa.

  1. Warung Orem-Orem Pak Munayat – Sensasi Balado di Jodipan

Lokasinya berada di  Jl. Mangun Sarkoro, dekat Apotek Boldy

Dibuka mulai dari 09.00–15.00 WIB, tutup Jumat

Dibandrol dengan harga Rp10.000

Sejak 1970-an, warung ini menawarkan orem-orem klasik dengan sentuhan modern.

Baca Juga: Berburu Bakpao Enak di Malang: 6 Tempat Favorit dengan Rasa Juara dan Harga Bersahabat

Kuah santannya tetap gurih, tetapi ada tambahan menu unik seperti telur balado dan perkedel kentang, membuatnya berbeda dari yang lain.

Warung ini masih ramai dikunjungi warga lokal, terutama mereka yang ingin menikmati cita rasa khas Malang tanpa perlu bereksperimen terlalu jauh.

  1. Warung Orem-Orem Pak Mahmudi – Ketupat Jumbo di Singosari

Lokasinya berada di  Jl. Raya Singosari No.40, Pagentan, Singosari

Dibuka mulai dari 07.00–16.00 WIB

Dibandrol dengan harga Rp9.000

Di pinggiran Malang, orem-orem tetap hidup.

Warung Pak Mahmudi yang sudah ada sejak 1970-an dikenal karena ketupat super jumbo, 5 kali lebih besar dibandingkan ketupat biasa.

Kuah santannya hangat dan berbumbu kuat, berpadu dengan mendol tempe dan telur asin yang membuat setiap suapan kaya rasa. (sai)

Editor : Aditya Novrian
#kuliner khas malang #malang #kuliner malang #enak #orem-orem khas malang #rekomendasi