RADAR MALANG - Malam mulai turun di Malang, dan suara perut yang keroncongan tak bisa diabaikan.
Menyusuri gang sempit di Sumbersari menuju Warung Ma’Nia, salah satu warung prasmanan masakan rumahan paling legendaris di kota ini.
Tidak seperti restoran dengan menu tetap, di sini pelanggan bebas memilih lauk sesuai selera dan bujet.
Sejak pagi buta, warung ini sudah siap dengan nasi campur lengkap, sayur bening, sayur asam, oseng tempe, ayam goreng, ikan goreng, tempe bacem, hingga sambal bawang pedas yang bikin nagih.
Baca Juga: Memburu Gurihnya Tahu Campur Legendaris di Malang, Berikut 3 Warung yang Patut Kamu Kunjungi!
Dengan harga super miring, mulai dari Rp3.000–Rp15.000 per lauk, mahasiswa bisa makan kenyang tanpa perlu memikirkan saldo rekening.
Tidak heran jika Warung Ma’Nia, yang buka dari 07.30–21.00 WIB, menjadi legenda di kalangan anak kos UM dan UB.
Bukan Sekadar Makan, tetapi Tradisi Warung Legendaris
Di sepanjang Jalan Terusan Surabaya, mahasiswa punya banyak pilihan warung yang menyajikan masakan rumahan dengan harga bersahabat.
Salah satu yang selalu ramai adalah Warung Bale Luwe.
Meskipun tempatnya sederhana, menunya istimewa: lalapan ayam goreng kremes, ayam bakar, jamur krispi, dan lele goreng, semuanya berpadu dengan sambal korek dan sambal ijo yang mantap.
Dengan harga mulai Rp8.000, mahasiswa bisa menikmati sajian plus nasi melimpah, tanpa takut kantong jebol.
Terdappat berbagai olahan ayam dengan harga yang ramah di kantong.
Suasananya hangat, dan selalu ada obrolan ringan di antara para mahasiswa yang menikmati makan malam bersama.
Sementara itu, tidak jauh dari Bale Luwe, ada Ayam Kisanak di Jalan Terusan Surabaya No. 24. Warung ini menyajikan ayam goreng, ayam geprek, serta lauk pendamping seperti ikan lele, jamur krispi, tahu, dan tempe goreng.
Harganya terjangkau, mulai dari Rp10.000 per paket, dengan porsi besar dan sambal pedas segar.
Meski belum banyak diliput media, Ayam Kisanak sudah viral di kalangan mahasiswa Malang yang mencari rasa ayam gurih dengan harga hemat.
Baca Juga: Rujak Cingur Legendaris di Malang, 3 Warung Ikonik dengan Cita Rasa Otentik!
Makan Kapan Saja? Warteg 24 Jam Sari Rasa Solusinya
Dari semua warung prasmanan, Warteg Sari Rasa di Sumbersari mungkin yang paling ramai.
Buka 24 jam, warteg ini adalah tempat favorit bagi mahasiswa yang butuh makan kapan saja, termasuk sahur saat Ramadan.
Seperti warteg klasik, Sari Rasa menawarkan pilihan ayam goreng, ayam balado, ikan goreng, cumi, kerang, rendang, telur, ati ampela, usus, kikil, serta aneka sayuran seperti capcay dan sayur sop.
Beragam menu masakan rumahan yang disajikan secara prasmanan, dengan harga mulai Rp10.000 saja.
Baca Juga: Sego Penjara, Kuliner Unik Khas Malang yang Melegenda dan Ramah di Kantong
Kebersihannya dijaga cukup baik, meskipun saat jam makan siang antrean selalu mengular.
Warung Pudji Mulyo dan Flamboyan, Surga Kuliner Rumahan di UB
Bagi mahasiswa Universitas Brawijaya (UB), salah satu tempat kuliner wajib adalah Warung Pudji Mulyo di Jalan Kerto Raharjo No.43.
Warung masakan rumahan yang selalu ramai meski tersembunyi di gang.
Menu di sini beragam: rawon daging, pecel sayur, ikan tongkol sambal, ayam kari, dan beraneka oseng sayur serta lauk khas rumahan.
Rasa masakannya kaya rempah dan menghadirkan nostalgia masakan ibu. Dengan harga Rp3.000–Rp35.000, mahasiswa bisa menikmati hidangan tanpa mengorbankan tabungan.
Warung ini buka dari 06.00 hingga 23.00, sehingga selalu jadi pilihan utama sepanjang hari.
Sementara itu, masih di kawasan UB, ada Warung Flamboyan di Jalan Surabaya Dalam.
Warung ini dikenal dengan porsi jumbo namun harga tetap ringan (mulai Rp8.000) untuk hidangan rawon, soto, dan nasi campur.
Warung ini menjadi favorit mahasiswa karena rasa mantap dan harga hemat.
Suasana lesehan yang nyaman membuat mahasiswa betah berdiskusi tugas sambil makan, menikmati santapan khas Jawa Timur dengan sambal terasi yang menggugah selera. (sai)
Editor : Aditya Novrian