Radar Malang — Di tengah pesona wisata kuliner Malang, orem-orem menempati posisi spesial sebagai salah satu makanan tradisional yang digemari lintas generasi.
Makanan khas ini memadukan ketupat, tempe, dan tauge dalam kuah santan kental bercita rasa gurih dan sedikit pedas. Cocok disantap pagi hingga sore hari, terutama saat cuaca Malang yang cenderung sejuk dan lembap.
Berikut tiga warung orem-orem legendaris di Kota Malang yang patut kamu kunjungi:
1. Orem-Orem Arema – Jalan Blitar
Warung ini sudah berdiri sejak 1995 dan menjadi favorit kalangan mahasiswa karena lokasinya dekat Universitas Brawijaya. Beralamat di Jalan Blitar No.14A, Lowokwaru.Orem-Orem Arema buka setiap hari (kecuali Jumat) pukul 09.30–15.30 WIB. Satu porsi terdiri dari ketupat, tempe iris, tauge, serta kuah santan yang lembut di lidah.
Pelanggan bisa menambahkan lauk seperti telur asin atau ayam kampung. Dengan harga mulai Rp8.000, sajian ini tak hanya lezat tapi juga ramah di kantong.
2. Orem-Orem H. Abdul Manan (Pak Tikmanan) – Klojen
Warung ini telah berdiri sejak tahun 1967 dan dikenal sebagai pelopor orem-orem legendaris di Malang. Terletak di Jalan Irian Jaya No.1, Klojen, warung ini buka setiap hari dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB.
Selain isian standar, orem-orem di sini dilengkapi mendol tempe dan kerupuk sebagai pelengkap. Rasa kuah santannya otentik, gurih dengan aroma khas yang menggoda. Tak heran warung ini selalu ramai pengunjung, dari pelanggan setia hingga pelancong kuliner.
3. Orem-Orem Abah Syahri – Jodipan
Jika berada di kawasan Jodipan, sempatkan mampir ke warung orem-orem milik Abah Syahri yang telah beroperasi sejak 1983. Beralamat di Jalan Gatot Subroto No.72, warung ini buka setiap hari pukul 09.00–16.30 WIB (tutup Jumat). Selain menu utama, pelanggan dapat menambah lauk seperti ayam, telur, perkedel, atau tempe goreng. Harga satu porsi mulai Rp8.000 saja, sangat terjangkau untuk makanan yang memuaskan lidah.
Dengan harga bersahabat, rasa otentik, dan suasana khas warung tradisional, ketiga tempat ini menjadi bukti bahwa orem-orem tetap menjadi salah satu kuliner unggulan di Kota Malang yang tak lekang oleh waktu. (Rizz)
Editor : Aditya Novrian