Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Baju Adat Malangan Jadi Buruan Wisatawan di Kayutangan Heritage

Aditya Novrian • Senin, 9 Juni 2025 | 16:47 WIB
JADI PRIMADONA: Pengunjung Kajoetangan Heritage melakukan pengambilan foto memakai baju adat kemarin (8/6).
JADI PRIMADONA: Pengunjung Kajoetangan Heritage melakukan pengambilan foto memakai baju adat kemarin (8/6).

 

MALANG KOTA – Libur panjang dimanfaatkan wisatawan untuk menikmati suasana khas tempo dulu di koridor Kayutangan Heritage. Salah satu yang paling diminati adalah penyewaan baju adat. Selama libur panjang, omzet penyedia jasa tersebut meningkat hingga 50 persen.

Usaha persewaan baju adat Malang Tempoe Doeloe (Maltedu) mencatat peningkatan jumlah penyewa. Terutama dari wisatawan luar kota. Jenis baju adat yang paling banyak dipilih adalah baju Malangan, disusul batik lurik, dan kebaya motif bunga.

”Tiap 30 menit, tarifnya Rp 50 ribu. Tapi khusus bulan Juni kami beri diskon, jadi bisa sewa satu jam dengan harga sama,” ujar Natyaka Jaya Manggala, pemilik Maltedu, kemarin (8/6).

Nat-Nat, sapaan akrabnya, mulai merintis usaha ini sejak Februari lalu. Di hari biasa, ia melayani rata-rata lima rombongan penyewa. Saat akhir pekan atau hari libur, jumlahnya melonjak menjadi 10 rombongan.

Baju Malangan menjadi primadona karena potongan jasnya rata dan cocok dipakai berbagai bentuk tubuh. Satu set penyewaan juga dilengkapi dengan blangkon, sewek, bros, dan sepatu selop. Untuk perempuan, kebaya dengan stagen, jarik, dan selendang menjadi pilihan utama. Layanan belum termasuk make up dan sanggul.

“Kami juga kerja sama dengan MUA dan fotografer lokal,” imbuh Nat-nat. Lokasi favorit pengunjung antara lain depan Gereja Kayutangan, depan Toko Oen, dan zebra cross Gramedia.

Salah satu wisatawan asal Kemayoran, Jakarta, Sukarno Bento, mengaku puas dengan pengalaman di Kayutangan. Ia datang bersama lima temannya dan menyewa baju adat seharga Rp 300 ribu.

“Sekarang lebih banyak aktivitas. Bisa ngopi, belanja, sampai foto-foto pakai baju adat,” ujarnya. (adn)

Editor : A. Nugroho
#kayutangan #wisatawan #Kota Malang #baju adat #malangan