RADAR MALANG — Malang tak hanya menawarkan kesejukan pegunungan dan keramaian kota pelajar, tetapi juga menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Nusantara.
Di balik modernisasi yang semakin pesat, tujuh candi utama tersebar di Malang Raya, menyimpan kisah kerajaan besar dari masa lampau.
Situs-situs ini, meskipun belum setenar Borobudur atau Prambanan, mulai menarik perhatian wisatawan yang ingin menjejak peninggalan Majapahit, Singasari, dan Kanjuruhan.
Menurut catatan Dinas Pariwisata, Malang Raya memiliki sekitar 20 situs candi yang dikelola Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim.
Baca Juga: Menelusuri Jejak Sejarah di Malang: Museum & Situs Kolonial Unik yang Wajib Dikunjungi
Namun, tujuh di antaranya menjadi primadona, yakni Candi Singosari, Stupa Sumberawan, Candi Jago, Candi Kidal, Candi Songgoriti, Candi Jawar, dan Candi Badut.
Sejumlah candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Singasari, menjadikan Malang utara sebagai pusat warisan sejarah yang patut dijelajahi lebih dalam.
Dua situs utama yang paling dikenal berada di Singosari.
Candi Singosari di Desa Candirenggo, dibangun sebagai penghormatan bagi Raja Kertanegara, penguasa terakhir Singasari yang ambisi politiknya membawa ekspedisi Pamalayu ke Sumatra.
Struktur megahnya kini dikelilingi taman dengan relief dan arca khas era Singasari, menarik pengunjung yang ingin mengagumi kemegahan arsitektur kuno.
Tak jauh dari Singosari, Stupa Sumberawan berdiri sebagai satu-satunya stupa peninggalan Majapahit di Jawa Timur.
Berlokasi di Desa Toyomarto, situs ini menawarkan ketenangan bagi mereka yang ingin menyerap atmosfer spiritual khas ajaran Buddha.
Bentuknya sederhana namun menyimpan jejak perjalanan kebudayaan lintas zaman.
Bergeser ke Kecamatan Tumpang, terdapat Candi Jago, peninggalan Raja Kertanegara untuk menghormati ayahnya, Sri Jaya Wisnuwardhana.
Candi ini unik karena memadukan kisah Hindu dan Buddha dalam reliefnya.
Letaknya yang dekat dengan jalur wisata Bromo Tengger Semeru menjadikannya destinasi wajib bagi para petualang sejarah.
Di sisi lain, Candi Kidal merupakan monumen bagi Raja Anusapati, putra Ken Arok.
Bentuknya yang bertingkat dengan ukiran khas batu andesit menggambarkan kekokohan era Singasari.
Pemugaran baru-baru ini membuat candi ini semakin menarik bagi pengunjung yang ingin mengenali lapisan sejarah kerajaan yang tersamar dalam batu.
Pindah ke Kota Batu, Candi Songgoriti hadir sebagai salah satu candi tertua di Jawa Timur.
Dipercaya berasal dari abad ke-9 atau 10 Masehi, candi ini memiliki sumber air panas alami yang menambah daya tariknya.
Legenda tentang Mpu Supo yang membangun candi di atas kawah vulkanik turut menambah misteri tempat ini.
Sementara itu, di lereng Semeru, Candi Jawar menawarkan wajah berbeda, sebuah pura Hindu yang masih aktif digunakan untuk ibadah umat Hindu sekitar.
Awalnya terkubur tanah, candi ini baru ditemukan pada 1983 dan kini menjadi bagian penting dari kehidupan spiritual masyarakat sekitar.
Jika kebanyakan candi di Malang berasal dari Singasari dan Majapahit, Candi Badut menjadi pengecualian.
Berdiri sejak abad ke-8 sebagai peninggalan Kerajaan Kanjuruhan, candi ini adalah salah satu yang tertua di Jawa Timur.
Meski pemugaran membuatnya semakin terawat, angka kunjungan masih terbilang rendah dibandingkan candi lain, mungkin karena lokasinya yang sedikit tersembunyi di wilayah barat Malang. (sai)
Editor : Aditya Novrian