Radar Malang - Kota Malang dikenal sebagai destinasi wisata dengan udara sejuk, kekayaan kuliner, dan nuansa alam yang memanjakan.
Bagi para pencinta suasana santai dan segar, kini semakin banyak pilihan kafe yang menawarkan pemandangan langsung ke aliran sungai. Berikut tiga rekomendasi kafe pinggir sungai di Malang yang tengah digemari wisatawan maupun warga lokal.
1. Pipir Lepen Café
Berlokasi di kawasan Pasar Bunga Splendid, Klojen, Pipir Lepen menyuguhkan konsep semi-outdoor di pinggir Sungai Brantas. Kafe ini disebut sebagai “hidden gem” karena lokasinya yang tersembunyi di tengah pasar, namun menghadirkan suasana asri dengan gazebo bambu, kolam ikan, serta alunan gemericik air sungai.
Menu yang ditawarkan cukup terjangkau, mulai dari Rp6.000 hingga Rp23.000, terdiri atas wedangan tradisional, camilan, hingga nasi goreng. Kafe ini cocok untuk bersantai di sore hari atau menghabiskan waktu berkualitas bersama sahabat dalam suasana teduh.
2. Kopi Pring Isan
Terletak di kawasan Wisata Kali Cemplong, Pakis, Kabupaten Malang, Kopi Pring Isan menghadirkan nuansa pedesaan yang kental.
Bangunan kayu dan kursi bambu menghadap langsung ke sungai jernih yang diapit rimbunan pohon, menciptakan atmosfer tenang dan menenangkan.
Menu khas Jawa seperti wedang uwuh dan tahu walik disajikan dengan harga mulai dari Rp15.000. Kafe ini sangat cocok bagi mereka yang ingin rehat sejenak dari hiruk-pikuk kota dan merasakan kesejukan alam Malang.
3. Bataputi Coffee House
Kafe ini berada di kawasan Araya, Blimbing, dan mengusung desain modern minimalis dengan nuansa tropis. Bataputi memiliki area indoor dan outdoor yang menghadap langsung ke Sungai Bango.
Dengan banyak tanaman hias dan pencahayaan alami, kafe ini menjadi favorit untuk para pencinta fotografi dan konten media sosial. Menu minuman mulai dari Rp17.000, tersedia aneka kopi, camilan, dan makanan berat. Suasana sore hingga malam hari menjadi waktu terbaik untuk berkunjung.
Ketiga kafe ini membuktikan bahwa Malang tak hanya soal pegunungan dan kota apel, tetapi juga surga tersembunyi bagi penikmat suasana alami di tepi sungai. (Rizz)
Editor : Aditya Novrian