Radar Malang – Kota Malang tak hanya dikenal dengan pesonanya sebagai kota pendidikan dan wisata, tetapi juga sebagai surganya kuliner tradisional. Salah satu sajian khas yang banyak diburu oleh wisatawan maupun warga lokal adalah ketan.
Makanan berbahan dasar beras ketan ini diolah dengan berbagai topping dan cita rasa yang khas, menjadikannya camilan favorit lintas generasi. Di antara sekian banyak penjaja ketan, tiga tempat ini layak masuk daftar utama.
Pertama, Pos Ketan Legenda 1967 yang berada di kawasan Jalan Soekarno Hatta (Suhat), dekat kawasan kampus Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang. Sesuai namanya, tempat ini telah beroperasi sejak tahun 1967 dan masih eksis hingga kini.
Menu utamanya berupa ketan pulen yang disajikan dengan beragam topping, mulai dari bubuk kedelai, kelapa, durian, susu, hingga ayam suwir.
Cita rasa manis gurih dari ketan ini menghadirkan nostalgia tersendiri bagi para pelanggan lama, sekaligus menjadi pengalaman baru yang unik bagi pengunjung muda.
Kedua, Ketan Bubuk Kudusan yang terletak di Jalan Zainul Arifin No. 111, kawasan Klojen, juga tak kalah menarik. Warung ini menyajikan ketan bubuk klasik dengan taburan kelapa parut dan bubuk kedelai sangrai yang sederhana namun menggugah selera.
Dikenal sejak tahun 1970-an, tempat ini menjadi tujuan utama bagi mereka yang ingin menikmati sensasi ketan ala tempo dulu. Harga yang ditawarkan juga terjangkau, mulai dari Rp8.000 hingga Rp18.000 per porsi.
Sementara itu, bagi pencinta kuliner malam, Susu Ketan Pak Yan bisa menjadi pilihan terbaik. Terletak di sekitar Jalan Tlogomas, tempat ini terkenal karena buka 24 jam dan menyajikan ketan dengan susu kental manis serta aneka topping.
Lokasinya yang dekat dengan kawasan kampus menjadikan warung ini favorit bagi mahasiswa yang mencari camilan malam hari. Harga ketan di tempat ini pun sangat bersahabat, mulai dari Rp4.000 saja.
Ketiga penjual ketan ini tidak hanya menyajikan makanan lezat, tetapi juga menghadirkan pengalaman kuliner yang kental dengan nuansa tradisional.
Dengan harga terjangkau dan cita rasa yang konsisten, mereka terus bertahan di tengah gempuran makanan modern. Bagi siapa saja yang berkunjung ke Malang, mencicipi ketan di ketiga tempat ini adalah pilihan yang tidak boleh dilewatkan. (Rizz)
Editor : Aditya Novrian