Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Serabi Kelapa, Jajanan Tradisional yang Tetap Eksis di Tengah Hiruk Pikuk Kota Malang

Aditya Novrian • Senin, 16 Juni 2025 | 20:00 WIB
Foto hidangan serabi
Foto hidangan serabi

Radar Malang – Di tengah menjamurnya kuliner modern dan camilan kekinian, serabi kelapa tetap bertahan sebagai pilihan camilan tradisional yang digemari masyarakat.

Kue khas berbahan dasar tepung beras ini menjadi salah satu ikon kuliner rakyat yang tak lekang oleh waktu. Di Kota Malang, serabi kelapa masih mudah ditemukan, terutama di pasar-pasar tradisional dan sentra kuliner lawas yang menjaga kekayaan cita rasa masa lalu.

Serabi kelapa memiliki tekstur unik, bagian pinggir yang renyah dan garing, berpadu dengan bagian tengah yang lembut dan legit.

Disajikan hangat dengan taburan kelapa muda parut di atasnya, rasa gurihnya makin kaya ketika diberi gula merah cair atau santan manis sebagai topping pelengkap.

Makanan ini biasa disajikan pada pagi hari sebagai sarapan, atau pada sore hari sebagai teman minum teh.

Di Malang, salah satu tempat yang masih setia menyajikan serabi kelapa adalah kawasan Pasar Oro-Oro Dowo, pasar tradisional yang terkenal akan kuliner jadulnya. Setiap pagi, aroma harum dari wajan tanah liat yang mengepul menarik perhatian pengunjung yang lewat.

Penjual serabi di sini masih menggunakan cara tradisional—adonan dituang ke cetakan tanah liat panas, ditabur kelapa parut, lalu dibakar dengan arang.

Cara ini memberi aroma khas yang tidak bisa didapat dari peralatan modern.

Tak jauh dari sana, di kawasan Kayutangan Heritage, pengunjung juga bisa menemukan serabi kelapa dijual oleh pedagang kaki lima.

Lokasi ini kini menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya, sehingga perpaduan antara jajanan tradisional dan suasana tempo dulu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Serabi kelapa bukan hanya sekadar camilan. Ia menjadi pengingat akan kelezatan masa lalu yang tetap hidup di tengah gempuran makanan instan.

Dengan harga yang ramah di kantong, sekitar Rp2.000 hingga Rp5.000 per buah, jajanan ini terus diminati dari generasi ke generasi. Kota Malang membuktikan bahwa kearifan lokal bisa tetap eksis, bahkan menjadi daya tarik utama di tengah geliat modernisasi. (Rizz)

Editor : Aditya Novrian
#lawas #khas #malang #tradisional #serabi