Radar Malang - Pantai Kondang Merak, yang terletak di Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, menjadi primadona baru di kalangan wisatawan lokal dan mancanegara.
Sekitar 64 km dari pusat kota Malang, pantai ini menawarkan hamparan pasir putih halus, air laut biru jernih, serta gugusan batu karang besar yang membuatnya tampak eksotis
Nama “Kondang Merak” berasal dari cerita lokal tentang burung merak yang dulu sering singgah untuk minum di muara air tawar alami di tepi pantai.
Muara inilah yang kini menjadi salah satu daya tarik unik lokasi ini . Kombinasi muara, tebing, dan karang menciptakan suasana alami yang mendamaikan, cocok sebagai tempat pelarian dari kepenatan kota.
Pantai ini dibuka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga pukul 00.00 WIB. Waktu terbaik untuk mengunjunginya adalah pada pagi dan sore hari, saat udara sejuk dan sinar matahari lembut menghadirkan pemandangan yang memukau .
Tiket masuk juga ramah kantong—umumnya berkisar Rp12.000 per orang—dengan biaya parkir untuk motor sekitar Rp5.000 dan mobil Rp10.000–15.000).
Akses menuju lokasi masih menantang, terutama 4–6 km terakhir yang berupa jalan tanah dan batu makadam.
Meski demikian, kondisi jalan membaik selama musim kemarau. Disarankan menggunakan kendaraan tipe SUV atau motor trail agar perjalanan lebih nyaman .
Tak hanya sekadar destinasi, Kondang Merak juga dilengkapi berbagai fasilitas sederhana seperti gazebo, warung seafood, toilet umum, mushola, serta area camping.
Wisatawan dapat menikmati pengalaman snorkeling, memancing, berjemur, hingga berkemah sambil menyatu dengan alam.
Kepala Desa Sumberbening menyatakan bahwa pihaknya berupaya menjaga kelestarian lingkungan dan memperbaiki akses jalan, tanpa menghilangkan keaslian pantai. Ini menjadi strategi penting untuk menarik wisatawan sekaligus menjaga ekosistem alami.
Pantai Kondang Merak membuktikan bahwa di balik keheningan pesisir selatan Malang, terdapat keindahan alam yang masih perawan, menanti untuk dijelajahi. Pengunjung diundang datang—datanglah pagi atau senja untuk merasakan kedamaian dan pesona alami yang menenangkan, jauh dari hiruk-pikuk kota. (Rizz)
Editor : Aditya Novrian