JIKA biasanya pizza datang dalam bentuk bundar dan dipotong segitiga, namun yang satu ini berbeda. Bentuknya dibuat seperti contong (cone) es krim. Namanya Pizza Cone dan lagi naik daun. Menu unik itu jadi andalan Pizza Cone Malang milik Sandy Eatery, sebuah kedai kecil yang sudah menghadirkan inovasi kuliner sejak 2017.
Sang pemilik Sandi Layung terinspirasi dari tren kuliner luar negeri dan melihat peluang besar di pasar lokal. Ia pun mulai meracik cone dari adonan roti pizza, bukan wafel seperti es krim biasa. ”Saya cari tekstur cone yang garing saat hangat, tapi tetap empuk saat dingin. Rasanya kayak makan pinggiran pizza khas Italia-Amerika,” ujar Sandi.
Bukan cuma bentuknya yang antimainstream, toppingnya pun all-in. Mulai dari sosis ayam, sosis sapi, daging ayam, makaroni, jagung manis, hingga keju cheddar dan mayones. Untuk varian mozarella, ada tambahan keju mozzarella meleleh dan irisan paprika. Saus bolognese-nya juga bukan kaleng-kaleng.
Sandi mengaku membuat modifikasi agar tidak terlalu manis seperti gaya Italia yang kadang bikin enek. Ia menyisipkan sentuhan masam dan pedas ringan dari oregano untuk menciptakan rasa yang lebih seimbang dan akrab di lidah lokal. Pizza Cone makin digemari karena waktu penyajiannya yang cepat.
Tak sampai 10 menit sudah bisa disantap hangat. Sensasi makannya pun beda. Karena bentuknya cone, semua topping menyatu dari gigitan pertama sampai terakhir. Keju tetap terasa hingga ke bagian dasar, dan makaroni di dalamnya memberi efek kenyang yang mantap.
”Bentuknya praktis, bisa dimakan sambil jalan, dan harganya ramah kantong. Mulai Rp 10 ribu untuk varian keju, Rp 12 ribu untuk mozzarella,” terang Sandi. Tak heran, banyak pelanggan dari pelajar, mahasiswa, sampai keluarga muda jadi langganan tetap.
Pizza Cone pun jadi pilihan buat yang ingin makan pizza tanpa ribet, tapi tetap nikmat. (zan/adn)
Editor : A. Nugroho