PUJON-Persaingan antar destinasi wisata membuat para pelaku wisata terus menambah daya tarik. Beberapa juga ada yang memperbaiki objek wisata yang sudah ada. Seperti destinasi Telaga Madiredo yang terletak di Desa Madiredo, Kecamatan Pujon.
Direktur Telaga Madiredo Fauzan Anwari menyampaikan, pihaknya sedang memperbaiki beberapa wahana di tempat wisatanya. Seperti sepeda air yang menggunakan mesin. Seharusnya, wahana tersebut sudah tuntas sebelum April 2025. Namun, karena belum ada investor, waktu perbaikannya molor.
”Ini masih perbaikan, kami harap bisa tuntas secepatnya. Selain itu, kami juga sedang proses membangun kolam anak,” ujarnya. Kolam dengan kedalaman sekitar 50-100 sentimeter tersebut untuk meningkatkan kunjungan anak-anak.
Sebenarnya, anak-anak masih bisa berenang di telaga. Airnya jernih dan dangkal. Namun, adanya kolam renang khusus anak itu sebagai tambahan wisata. Utamanya saat pengunjung sedang ramai-ramainya atau liburan panjang.
Fauzan juga akan menambah atraksi glamping. Saat ini, sudah ada tiga glamping di wisata desa tersebut. Namun, masih bentuk prototype. Fasilitas glamping itu memiliki bentuk dasar setengah lingkaran yang terletak di dekat kolam ikan. ”Prototype itu letaknya masih terpusat. Jadi, lokasinya masih akan kami observasi lagi,” ujarnya.
Rencananya, akan menambah 10 unit glamping yang bersifat semi permanen. Letaknya akan disebar di sudut-sudut area wisata. Tujuannya supaya privasi pengunjung yang menyewa glamping bisa terjaga.
Per glamping direncanakan muat untuk 4-5 orang dengan kamar mandi luar. “Luasannya sekitar 20-30 meter persegi saja, supaya fungsi sawah dapat tetap terjaga,” katanya.
Sementara, tempat wisata itu hanya ada fasilitas camping ground untuk menginap. Luasnya sekitar 1.000 meter persegi. Biasanya, pengunjung akan memesan paket wisata untuk berkemah. Tersedia dua jenis paket yang ditawarkan. Yakni seharga Rp 500 ribu untuk lima orang dan Rp 700 ribu untuk delapan orang. Harga tersebut sudah termasuk tiket masuk telaga. (yun/gp).
Editor : A. Nugroho