KOTA BATU – Di balik sejuknya udara pegunungan dan keindahan alam Kota Batu, terdapat sebuah destinasi wisata yang sering mencuri perhatian wisatawan yaitu Taman Brakseng. Berlokasikan di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Brakseng memamerkan pemandangan alam yang sangat menakjubkan mata di ketinggian 1.700 - 1.800 mdpl.
Dikenal sebagai “negeri di atas awan”, Brakseng menawarkan pemandangan yang sangat memukau berupa hamparan pertanian sayur dan bunga, yang dikelilingi oleh barisan pegunungan seperti Gunung Arjuno, Welirang, Kawi, hingga Panderman. Saat pagi dan sore hari, kawasan ini sering diselimuti kabut tipis yang menciptakan suasana magis dan menenangkan hati.
Tidak hanya memamerkan pemandangan yang menawan, Brakseng juga menawarkan berbagai aktivitas menarik bagi pengunjung. Mulai dari menyusuri kebun dengan ATV, berfoto di spot Instagramable berlatar bunga hortensia yang sedang bermekaran, hingga bersantai serta ngopi di Café Teras Tegal sambil menikmati udara segar khas pegunungan.
Brakseng juga menjadi lokasi favorit para pencinta alam untuk berkemah. Di area Fun Camp Teras Tegal, pengunjung dapat menyewa perlengkapan dan mendirikan tenda di tengah hamparan hijau yang menyegarkan mata.
Menariknya, untuk menikmati semua keindahan ini, pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk alias gratis. Pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir kendaraan sekitar Rp 5.000 hingga Rp 10.000. Fasilitas seperti toilet, mushola, dan area parkir pun telah disediakan dengan baik.
Akses menuju lokasi bisa ditempuh dalam waktu sekitar 30 hingga 60 menit dari pusat Kota Batu. Namun, wisatawan dihimbau untuk berhati-hati karena jalur menuju Brakseng cukup berkelok-kelok dan menanjak.
Brakseng kini menjelma menjadi salah satu destinasi wajib kunjung bagi wisatawan yang ingin mencari suasana tenang, udara sejuk, serta panorama hijau yang memukau. Tak heran, kawasan ini juga dijuluki sebagai “Permadani Alam Kota Batu”.
Tips saat ingin berkunjung waktu terbaik datang adalah pagi hari saat kabut turun atau sore menjelang matahari terbenam untuk mendapatkan hasil foto yang terbaik. Wisatawan juga dihimbau untuk ikut serta menjaga kebersihan serta tidak merusak tanaman warga sekitar. (fie)
Editor : A. Nugroho