MALANG KOTA - Menjadi camilan legendaris yang tak hilang oleh perkembangan zaman, serabi masih jadi favorit banyak warga Malang, terutama mereka yang tumbuh besar di era 90an. Teksturnya yang lembut, rasa manis-gurih yang khas, hingga aroma daun pisang yang menggoda, semuanya menghadirkan kenangan masa kecil yang sulit dilupakan.
Berikut 3 tempat serabi jadul di Malang yang wajib dikunjungi.
1. Serabi Imut
Terletak di Gang 4 Pasar Nomor 85, Klojen, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Serabi Imut adalah kedai serabi legendaris yang masih bertahan hingga kini. Kedai mungil ini kerap menjadi langganan camilan sepulang sekolah bagi para pelajar Malang, khususnya di era 90an.
Serabi yang ditawarkan memiliki berbagai varian topping seperti cokelat, kacang, dan keju. Harganya sangat terjangkau, mulai dari Rp2.500 per porsi. Selain serabi, pengunjung juga bisa menikmati pisang panggang dengan berbagai topping yang tak kalah nikmat. Suasananya sederhana, namun penuh kenangan.
2. Serabi Kuah Bu Ramini
Beralih ke kawasan Madyopuro, ada Serabi Kuah Bu Ramini yang terletak di Jalan Madyopuro Gang 6 Nomor 22, Kecamatan Kedungkandang. Kedai ini dikenal dengan sajian serabi kuah yang unik dan menghangatkan.
Serabi di sini disajikan dengan kuah santan kental yang gurih, menciptakan perpaduan rasa lembut dan creamy dalam setiap suapan. Tak hanya itu, tersedia juga ketan hangat yang cocok disantap bersama serabi. Tempatnya memang sederhana, tapi cita rasanya sangat khas dan bikin banyak orang kembali lagi.
3. Serabi Solo Moronoman
Untuk pengalaman yang lebih autentik, Serabi Solo Moronoman adalah tempat yang wajib dikunjungi. Beralamat di Jalan Terusan Sulfat Nomor 3, Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, kedai ini juga memiliki beberapa cabang lain di Kota Malang.
Ciri khas dari Serabi Solo Moronoman adalah cara penyajiannya, dengan cara serabi dibungkus daun pisang dan dimasak langsung di atas tungku. Sehingga menghasilkan aroma harumnya yang menggoda, teksturnya lembut, dan pilihan topping-nya pun beragam mulai dari cokelat hingga keju. Sentuhan tradisional ini menjadikan setiap porsi serabi terasa istimewa dan otentik.
Dengan cita rasa yang tak berubah sejak dulu, deretan pecinta serabi ini bukan hanya menggoyang lidah, tapi juga membangkitkan nostalgia manis yang membuat siapa pun ingin kembali ke masa kecil di Malang. (bal)