RADAR MALANG – Terkadang sejarah gampang terlupakan oleh anak bangsa itu sendiri, seperti di Malang. Di Malang terdapat banyak sekali monumen bersejarang yang memiliki arti dan sejarah tersendiri. Kita sebagai bangsa tanah air seharusnya dapat mengingat atau mempelajarinya. Berikut monumen bersejarah yang jarang orang ketahui:
- Monumen Peniwen Affairs
Terletak di Desa Peniwen Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang. Monumen Peniwen Affair merupakan simbol penghormatan terhadap para pejuang kemanusiaan, khususnya anggota Palang Merah Remaja (PMR), yang gugur secara tragis di tangan penjajah Belanda. Tragedi ini terjadi pada 19 Februari 1949, ketika tentara Belanda menyerbu Desa Peniwen di wilayah Malang Raya. Dengan dalih mencari pemberontak, mereka justru menyerang warga sipil dan mencari seorang pendeta yang membela hak-hak rakyat.
Saat mencapai Rumah Sakit Panti Husodho tempat merawat korban perang tentara Belanda merusak fasilitas rumah sakit dan menyeret para relawan PMR. Mereka dipaksa jongkok dan diinterogasi secara brutal. Tanpa ampun, para pemuda relawan ini ditembak mati. Sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan mereka, Pemerintah Kabupaten Malang mendirikan Monumen Peniwen Affair. Monumen ini menjadi saksi bisu kekejaman penjajah sekaligus simbol perjuangan dan kemanusiaan.
- Monumen Juang 45
Monumen Juang 45 yang terletak di Kota Malang, Jawa Timur, merupakan simbol perlawanan rakyat terhadap penjajahan, khususnya pada masa revolusi kemerdekaan Indonesia. Monumen ini dibangun untuk mengenang semangat juang warga Malang yang gigih melawan kembalinya kekuasaan kolonial Belanda setelah proklamasi kemerdekaan.
Pembangunan monumen dimulai pada tahun 1985 dan diresmikan dua tahun kemudian, tepatnya pada 17 Agustus 1987 oleh Gubernur Jawa Timur saat itu, Soenandar Prijosoedarmo. Di sekeliling monumen, terdapat relief yang menggambarkan berbagai peristiwa penting, salah satunya adalah Pertempuran Malang 31 Juli 1947, ketika rakyat Malang bersatu melawan agresi militer Belanda.
Dalam pertempuran itu, banyak pejuang menunjukkan keberanian luar biasa, termasuk tokoh Abdul Gani, yang dikenal sebagai pemimpin serangan terhadap pasukan Belanda. Monumen ini kini menjadi simbol penghormatan atas pengorbanan para pahlawan.
- Monumen Palagan Mandalan
dibangun atas prakarsa AMPI Tingkat II Kabupaten Malang dan diresmikan pada 26 Mei 1982 setelah mendapat persetujuan Gubernur Jawa Timur. Monumen ini didirikan untuk mengenang perjuangan Lettu Anumerta Soediarto dalam pertempuran di wilayah Ngantang.
Bentuk utamanya adalah patung Lettu Soediarto setinggi 6 meter yang berdiri menghadap barat laut, mengenakan seragam militer hijau dan memegang samurai. Monumen ini menjulang hingga 20 meter dan berdiri di pelataran bundar berdiameter 17 meter yang dikelilingi pagar besi.
Relief pada monumen menggambarkan adegan pertempuran di Ngantang dan sekitarnya. Di bagian bawahnya terukir kutipan bermakna perjuangan dan harapan. Akses masuk tersedia dari sisi barat dan selatan melalui tangga, dan di pintu barat terdapat prasasti peresmian. Monumen ini menjadi simbol semangat juang dan edukasi sejarah bagi generasi penerus.
Itulah merupakan 3 monumen bersejarah yang ada di Malang yang perlu kamu ketahu. Apakah kamu tertarik mengunjunginya? (run)
Editor : A. Nugroho