Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Wedang Ronde dan Angsle, Dua Minuman Malang yang Bertahan di Tengah Invasi Kopi Susu

A. Nugroho • Sabtu, 12 Juli 2025 | 19:44 WIB
MENGHANGATKAN: Wedang ronde yang siap menemanimu saat dingin di Malang
MENGHANGATKAN: Wedang ronde yang siap menemanimu saat dingin di Malang

MALANG KOTA - Malam di Kota Malang identik dengan udara dingin yang menusuk hingga ke tulang. Di tengah cuaca sejuk khas kota pegunungan ini, ada dua minuman tradisional yang tetap eksis dan dicari banyak orang, yakni wedang ronde dan wedang angsle. Kehadirannya seolah menjadi penyeimbang di tengah maraknya tren kopi susu kekinian yang selalu ada di tiap sudut kota.

 

Wedang ronde dan angsle ini bukan sekadar minuman penghangat tubuh. Keduanya telah menjadi bagian dari warisan kuliner Malang yang sudah ada sejak zaman kolonial. Bahkan sebelum Malang dikenal sebagai kota pelajar dan kota wisata, minuman ini sudah lebih dulu mengisi malam-malam warga kota dengan kehangatan dan nostalgia.

 

Wedang ronde dan angsle juga punya tempat tersendiri di hati masyarakat Malang. Meski kedai kopi bermunculan dengan berbagai varian minuman modern, kehangatan semangkuk angsle atau ronde tetap jadi andalan, terutama saat malam turun dan hujan mulai mengguyur.

 

Wedang ronde biasanya disajikan dengan kuah jahe panas, berisi bola-bola ketan isi kacang, potongan roti tawar, kolang-kaling, dan kacang tanah. Sementara wedang angsle punya rasa yang lebih lembut, dengan isian mutiara, ketan putih, petulo, kacang hijau rebus, dan siraman santan hangat yang gurih.

 

Minuman ini bisa ditemukan di berbagai sudut kota, mulai dari gerobak pinggir jalan hingga lapak legendaris di sekitar Alun-Alun Malang, Kayutangan, atau kawasan Ijen. Tidak sedikit juga yang menjadikannya sebagai menu penutup setelah makan malam di warung atau angkringan.

 

Harganya pun sangat ramah di kantong, mulai dari Rp 8 ribu hingga Rp 15 ribu saja per porsi. Dibandingkan dengan secangkir kopi susu kekinian yang bisa mencapai Rp 30 ribu, wedang tradisional ini jelas jadi alternatif hemat yang penuh rasa.

Di tengah invasi tren kopi modern, wedang ronde dan angsle tetap bertahan karena menawarkan lebih dari sekadar rasa. Ada kehangatan, cerita masa kecil, dan kenangan akan malam-malam panjang bersama keluarga yang tidak bisa digantikan oleh espresso atau latte.

 

Jadi, kalau kamu sedang ada di Malang dan udara malam mulai menggigit kulit, tinggalkan dulu kopi susu dan coba semangkuk angsle atau ronde. Siapa tahu, kamu akan jatuh cinta pada rasa yang sederhana, tapi penuh makna. (bal)

Editor : A. Nugroho
#minuman #angsle #ronde #dingin #malang #Hangat