RADAR MALANG - Kabupaten Malang dikenal dengan kekayaan wisata alamnya. Tidak hanya menyuguhkan pemandangan pegunungan dan udara sejuk, kawasan ini juga terus mengembangkan potensi wisata berbasis desa. Salah satu yang kian menarik perhatian adalah Desa Wisata Poncokusumo.
Berada di lereng Gunung Semeru dan bersebelahan langsung dengan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), desa ini menawarkan pengalaman wisata berbasis alam dan pertanian. Dari memetik apel hingga menjajal arung jeram, ragam aktivitas seru bisa dinikmati oleh wisatawan dari berbagai kalangan.
Tidak hanya memanjakan mata dengan panorama alam yang memesona, Desa Wisata Poncokusumo juga dilengkapi fasilitas memadai. Keberagaman suku dan budaya di desa ini turut memperkaya nilai-nilai lokal yang menjadi daya tarik tersendiri.
Terletak Strategis di Lereng Semeru
Desa Wisata Poncokusumo berada di Dusun I, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Akses menuju desa ini cukup mudah karena lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Malang. Hanya membutuhkan waktu sekitar 45 menit berkendara. Letaknya yang dekat dengan bandara dan akses tol menjadikan tempat ini cocok sebagai destinasi liburan keluarga.
Secara geografis, desa ini berbatasan dengan hutan TNBTS di timur, Desa Pandansari di selatan, Desa Ngadireso dan Wonorejo di barat, serta Desa Wringinanom di utara. Masyarakat di desa ini berasal dari berbagai suku seperti Jawa, Tengger, dan Madura, yang sebagian besar bekerja sebagai petani.
Selain buah apel yang menjadi komoditas andalan, desa ini juga menghasilkan jeruk, tomat, kol, cabai, hingga bunga krisan. Potensi pertanian tersebut kini dikemas sebagai paket wisata edukatif dan rekreatif.
Wisata Petualangan dan Edukasi di Tengah Alam
Daya tarik utama Desa Wisata Poncokusumo adalah pemandangan alam yang masih asri dengan latar Gunung Semeru. Salah satu destinasi andalannya adalah Banyu Biru, sumber air berwarna biru yang berasal dari air terjun setempat. Di area lain, pengunjung bisa menikmati segarnya aliran Sungai Lesti yang cocok untuk bersantai.
Wisatawan juga dapat mengikuti aktivitas petik buah langsung dari kebun, seperti apel dan jeruk. Untuk pencinta adrenalin, tersedia wahana arung jeram di Sungai Sedaer Tubung dengan perahu karet yang dimodifikasi. Aktivitas ini cocok dinikmati secara berkelompok maupun bersama keluarga.
Selain itu, area perkemahan seperti Bedengan dan Ledok Ombo kerap digunakan untuk kegiatan pelatihan dan diklat. Pengunjung juga dapat beristirahat di Warung Jamur Ayu yang menyajikan olahan jamur segar dari hasil pertanian lokal.
Fasilitas Penunjang dan Rekomendasi Wisata Sekitar
Desa Wisata Poncokusumo telah dilengkapi berbagai fasilitas untuk kenyamanan pengunjung. Tersedia area parkir, mushola, ATM, kios cinderamata, hingga akses Wi-Fi. Berbagai kebutuhan dasar pengunjung telah dipersiapkan dengan baik oleh pengelola desa wisata.
Jika ingin menjelajahi destinasi wisata lain di sekitar desa, berikut beberapa tempat yang direkomendasikan:
- Coban Pelangi
Air terjun yang memukau dengan fenomena pelangi saat cahaya matahari menembus kabut air terjun. Tersedia juga kebun bunga dan gardu pandang Rainbow Hill.
Jarak: 15 km atau sekitar 30 menit berkendara. - Gunungsari Sunset
Tempat wisata dengan konsep rumah kayu dan resto, menyuguhkan pemandangan vegetasi perbukitan yang memanjakan mata.
Jarak: 10 km atau sekitar 20 menit berkendara. - Ledok Ombo Camping Ground
Lokasi favorit untuk berkemah dan pelatihan alam terbuka. Dilengkapi Pinus Café di tengah hutan pinus untuk bersantai.
Jarak: 8 km atau sekitar 15 menit berkendara. - Coban Trisula
Air terjun tiga tingkat dengan keindahan alam asri. Dikelola oleh Perhutani dan cocok untuk wisata yang menenangkan.
Jarak: 17 km atau sekitar 30 menit berkendara. - Coban Bidadari
Air terjun indah dengan spot foto menarik seperti rumah hobbit, rumah pohon, dan ayunan.
Jarak: 20 km atau sekitar 35 menit berkendara.
Dengan segala keunggulan yang ditawarkan, Desa Wisata Poncokusumo layak menjadi pilihan utama untuk berlibur. Keindahan alam, kekayaan budaya, dan fasilitas lengkap menjadikan destinasi ini ideal untuk melepaskan penat dari kesibukan sehari-hari. (id)
Editor : A. Nugroho