RADAR MALANG - Kota Malang dikenal dengan hawa sejuk dan pemandangan alamnya yang menawan. Selain itu, Malang juga punya segudang kuliner legendaris yang menggoda selera. Nggak heran kalau banyak wisatawan yang rela antre demi mencicipi cita rasa khas dari generasi ke generasi ini. Uniknya lagi, tempat-tempat makan ini sudah ada sejak zaman dulu dan tetap eksis hingga sekarang, bahkan makin ramai.
Beberapa kuliner legendaris di Malang ini tidak hanya menyajikan makanan enak, tapi juga penuh dengan cerita dan sejarah yang bikin suasana makin spesial. Berikut deretan kuliner Malang yang masih jadi favorit hingga saat ini
Putu Lanang Celaket
Putu Lanang Celaket merupakan jajanan tradisional khas Malang yang selalu dicari para pemburu kuliner. Tempat ini sudah buka sejak tahun 1935, dan masih mempertahankan cita rasa klasiknya.
Nggak cuma putu, di sini kamu juga bisa menikmati cenil, lupis, klepon, dan jajanan pasar lainnya. Rasanya legit, gurih, dan pas banget buat jadi camilan sore. Biasanya, pengunjung sudah ramai mengantre sejak gerobaknya mulai dibuka.
Bakpao Boldy
Bakpao Boldy adalah salah satu kuliner Malang yang tetap populer sejak tahun 1950-an. Yang bikin beda, bakpao di sini disajikan hangat dengan pilihan isian yang beragam. Ada ayam cincang, ayam kecap, kacang hijau, hingga kacang tanah manis yang lumer di mulut.
Dengan bujet sekitar Rp 50.000, kamu sudah bisa bawa pulang beberapa bakpao buat dinikmati bareng keluarga. Rasanya empuk, lembut, dan bikin pengin nambah lagi.
Sego Resek
Sego Resek jadi kuliner malam favorit warga Malang dan wisatawan. Nama resek mungkin terdengar aneh, tapi rasanya juara. Menu ini berisi nasi goreng dengan isian seperti kecambah, kubis, daun bawang, ayam suwir, jeroan, dan telur.
Yang bikin khas, semua dimasak pakai tungku arang, jadi aromanya harum banget. Tempat ini sudah berdiri sejak tahun 1959 dan setiap malam selalu dipenuhi antrean panjang.
Sate Gebug
Sate Gebug punya keunikan tersendiri. Sebelum dibakar, dagingnya digebug atau dipukul-pukul supaya empuk. Dibuat dari daging khas dalam sapi, sate ini punya ukuran besar dan rasa yang gurih manis.
Sudah ada sejak 1920-an, Sate Gebug tetap mempertahankan resep dan lokasi asli tanpa membuka cabang. Jadi kalau mau coba, harus datang langsung ke tempatnya.
Toko Oen
Kalau kamu penggemar makanan klasik dengan nuansa tempo dulu, Toko Oen wajib masuk daftar kunjungan. Kedai yang sudah buka sejak 1920 ini menyajikan menu bergaya Eropa dan Indonesia, mulai dari steak, nasi goreng, hingga aneka es krim handmade yang segar.
Suasana klasiknya bikin kamu seperti dibawa ke masa lalu. Lokasinya strategis, hanya 50 meter dari alun-alun Malang, jadi mudah banget dijangkau.
Kuliner-kuliner legendaris ini adalah bukti bahwa rasa yang autentik dan konsistensi bisa bertahan di tengah gempuran tren makanan modern. Jadi, kalau kamu sedang merencanakan liburan ke Malang, jangan lupa sempatkan mampir dan rasakan sendiri kelezatannya. (bal)
Editor : A. Nugroho