Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jajanan Khas Lumajang Ini Diburu Wisatawan Malang

A. Nugroho • Senin, 28 Juli 2025 | 20:33 WIB

 

Kripik pisang khas Lumajang tertata rapi di etalase toko oleh-oleh, jadi incaran wisatawan asal Malang karena rasanya yang renyah dan manis alami.
Kripik pisang khas Lumajang tertata rapi di etalase toko oleh-oleh, jadi incaran wisatawan asal Malang karena rasanya yang renyah dan manis alami.

 

 

 

RADAR MALANG – Tak sedikit warga Malang yang kini mulai melirik Lumajang sebagai destinasi alternatif untuk liburan akhir pekan. Selain jaraknya relatif dekat dan jalur antar-kabupaten sudah mulus, Lumajang menawarkan satu hal lain yang menggoda: oleh-oleh khasnya yang otentik.

Para wisatawan dari Malang biasanya datang pagi-pagi ke Lumajang untuk mengunjungi spot alam seperti Air Terjun Tumpak Sewu, Ranu Pane, atau sekadar menikmati suasana desa kaki Gunung Semeru. Tapi sebelum pulang, sebagian besar dari mereka tak melewatkan ritual wajib: belanja jajanan khas untuk dibawa pulang.

Tak hanya nikmat disantap sendiri, oleh-oleh dari Lumajang juga cocok dijadikan buah tangan keluarga di rumah. Apalagi beberapa di antaranya punya rasa dan tampilan yang belum tentu bisa ditemukan di Malang.

  1. Pisang Agung, Ikon Buah Lokal yang Melegenda
    Sulit membicarakan Lumajang tanpa menyebut Pisang Agung. Ukurannya yang jauh lebih besar dari pisang pada umumnya, dengan rasa manis legit, menjadikannya buah khas yang banyak diburu wisatawan Malang. Buah ini biasa dibawa pulang dalam keadaan mentah (hijau kekuningan) agar tahan lama dan dapat diolah menjadi beragam hidangan seperti kolak atau banana cake.
  2. Kue Lathok dan Lapis Warna-Warni, Favorit Anak-anak
    Kue tradisional lain yang banyak diburu adalah kue lathok, yang sekilas menyerupai kue lapis namun dengan tambahan parutan kelapa di atasnya. Kue ini memiliki tekstur lembut dan warna-warni cerah yang sangat menarik, terutama untuk anak-anak. Tak ketinggalan, kue lapis ketan juga jadi primadona dengan rasa manis gurih dan tampilan berlapis yang menggoda.
  3. Ketan Koro, Perpaduan Unik Ketan Merah dan Kacang
    Makanan ini terbilang unik karena memadukan ketan merah dengan kacang koro rebus, lalu ditaburi kelapa parut. Rasanya manis dan gurih, dengan tekstur kenyal dan sedikit renyah dari kacang. Biasanya disajikan dalam bungkus daun pisang, cocok untuk camilan sore maupun oleh-oleh.
  4. Bledus, Camilan Sederhana yang Legendaris
    Terbuat dari jagung pipil yang direndam semalaman, lalu direbus dan diberi kelapa parut serta sedikit gula dan garam, bledus menjadi makanan tradisional yang sangat populer di kalangan masyarakat desa. Rasanya yang sederhana namun khas, membuat bledus tetap bertahan sebagai warisan kuliner yang otentik.
  5. Martabak Lumajang, Topping Gaya Lokal
    Meski martabak telur dapat ditemukan di hampir setiap kota, Martabak Lumajang punya sentuhan khas lewat topping-nya. Selain daging dan telur, martabak ini sering ditambahi keju, sosis, hingga jagung. Adonannya pun digoreng lebih garing, menghasilkan tekstur yang renyah di luar dan lembut di dalam.
  6. Lontong Petis dan Tape Pisang, Dua Klasik yang Tak Terlupakan
    Jika ingin makanan berat, lontong petis adalah pilihan tepat. Lontong disajikan dengan tahu, tempe, dan sayuran, disiram dengan kuah petis kacang yang kental dan berbumbu. Di sisi lain, tape pisang hadir sebagai camilan fermentasi dengan rasa manis dan asam yang khas, dibungkus daun pisang dan dibuat secara tradisional.
  7. Cilok Mercon, Sensasi Pedas yang Modern
    Ingin oleh-oleh kekinian? Cilok mercon bisa jadi jawabannya. Dibuat dari tepung kanji seperti cilok biasa, namun isinya dibumbui cabai rawit pedas. Disajikan dengan bumbu kacang, makanan ini jadi favorit anak muda yang menyukai sensasi pedas dan unik. Tak jarang, oleh-oleh ini langsung disantap dalam perjalanan pulang ke Malang.

Oleh-oleh khas Lumajang bukan sekadar jajanan pengganjal perut. Ia adalah perwujudan dari kreativitas warga lokal, dari tangan-tangan UMKM yang mempertahankan rasa otentik di tengah gempuran produk modern.

Tak heran jika wisatawan asal Malang makin betah bolak-balik ke Lumajang. Selain menyegarkan mata dengan panorama Semeru dan Ranu Kumbolo, mereka juga pulang dengan lidah yang dimanjakan oleh rasa khas yang tak lekang zaman. (id)

Editor : A. Nugroho
#Lumajang #malang #oleh oleh