RADAR MALANG - Sando singkatan dari "sandwich" ala Jepang kian diminati karena tampilannya estetik dan rasanya unik roti empuk isi telur, daging goreng, atau buah segar bersanding dengan whipped cream. Di Malang, walau belum ada kafe eksklusif yang menyajikan sando, tren fruit sando rumahan dan pop‑up mulai banyak bermunculan, terutama karena permintaan pelanggan untuk camilan kekinian.
Tren dan Rekomendasi Fruit Sando di Malang
1. Fruit Sandwich ala Homemade
Beberapa pelaku UMKM lokal menjual fruit sando mix dengan isian buah segar seperti stroberi, kiwi, anggur, dan jeruk disertai krim manis dan roti susu lembut. Biasanya dijual via Instagram atau marketplace dan dapat dipesan melalui food delivery atau pick-up area Tanjungrejo dan Sukun. Harga per porsi sekitar Rp 10.000–15.000.
2. Proses Pesan via Media Sosial
Penjual biasanya membuka pre‑order di grup Facebook lokal seperti "Pinky.food Lokasi Malang". Pembeli memesan beberapa hari sebelumnya, lalu menjemput langsung ke rumah sang pembuat. Formatnya rumahan namun cita rasanya cukup memuaskan.
3. Tidak Ada Kafe Khusus “Sando”
Hingga kini belum ada kafe di Malang yang khusus mengedepankan menu tamago sando, katsu sando, atau fruit sando seperti di Tokyo atau New York. Namun, muncul peluang besar bila tren ini terus berkembang, terutama di kawasan kampus atau sekitar area pusat kuliner.
4. Tren Global Dari Jepang ke Malang
Sando termasuk dalam kategori yoshoku Jepang: ragam sandwich praktis seperti egg salad (tamago sando), katsu sando, atau fruit sando. Popularitasnya meningkat berkat penampilan visualnya yang “halal Instagram” dan rasa creamy yang ringan cocok dijadikan konten atau kudapan santai.
Walau belum masuk ke banyak menu di kafe Malang, sando ala Jepang terutama varian fruit sando sedang mulai dilirik melalui format rumahan dan pop-up. Siapa sangka, dari tren sederhana tapi estetik inilah bisa muncul peluang bagi kafe lokal untuk mengeksplorasi menu baru dan menarik. (fie)
Editor : A. Nugroho