RADAR MALANG - Keripik singkong sejatinya sudah menjadi salah satu camilan favorit masyarakat Indonesia dan di Malang, keripik ini punya kisah sendiri. Dari penjual legendaris yang sudah eksis sejak dekade 1980-an hingga industri rumahan yang kini merambah pasar ekspor, keripik singkong Malang membuktikan bahwa snack sederhana bisa jadi kebanggaan lokal.
Teksturnya renyah, bumbunya beragam, dan semua bisa kamu cicipi hanya dengan modal puluhan ribu.
1. Keripik Singkong RG – Legend Sejak 1989
Salah satu yang paling terkenal di Malang adalah Keripik Singkong RG, berlokasi di Jl. Brigjen Slamet Riadi, dekat Bundaran UKS. Berdiri sejak 1989, keripik ini dikenal karena teksturnya yang sangat renyah, tidak alot, serta rasa asin-manis yang adiktif.
Harga saat ini sekitar Rp 40.000 per kg, dan banyak diburu sebagai oleh-oleh khas Malang.
2. Keripik Singkong Lumba-Lumba – Si Kecil yang Go Internasional
Merek Lumba-Lumba menawarkan keripik singkong dengan varian rasa manis dan asin dalam kemasan 200 g maupun 500 g. Produk ini terkenal halal, gurih, dan mudah ditemui lewat online atau marketplace.
Hebatnya, produknya telah berhasil diekspor ke Korea Selatan melalui UMKM lokal kebanggaan Malang yang kini tembus pasar internasional.
3. Kerupuk Singkong Barokah – Produksi Desa Dau
Di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Malang, UMKM lokal Keripik Singkong Barokah memproduksi keripik dengan metode tradisional yaitu mencuci, memarut, mencampur tepung tapioka, hingga dijemur di bawah sinar matahari. Selama musim panas, produksi bisa mencapai 450 kg per hari.
Namun saat musim hujan, proses jemur memakan waktu dua kali lebih lama.
4. Tren Kripik Singkong Kekinian
Beberapa UMKM lokal seperti Candu Snack Malang maupun akun Instagram seperti “krezzzkripiksingkong.mlg” menawarkan keripik singkong dengan berbagai varian kreatif seperti kriwil, ketumbar, hingga level kepedasan berbeda. Produk ini laris di bazaar dan dijual via media sosial.
5. Strategi Ekspor & Pengembangan UMKM Lokal
PT Airafood Sejahtera Bersama dari Malang adalah pelopor yang sukses mengekspor keripik singkong sebanyak 1,4 ton ke Korea Selatan pada awal Agustus 2024. Kolaborasi antara pemerintah daerah, Bea Cukai Malang, dan pelaku UMKM menjadi katalis pertumbuhan ekonomi lokal dan membuka peluang pasar global bagi produk Malang.
Keripik singkong di Malang bukan hanya soal rasa tetapi perjalanan panjang yang melibatkan semangat lokal, inovasi UMKM, serta potensi ekspor luar negeri. Dari keripik legendaris RG, sampai merek Lumba-Lumba yang telah go internasional, semuanya membuat camilan ini lebih dari sekadar cemilan biasa. (fie)
Editor : A. Nugroho