LUMAJANG – Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, tak hanya dikenal sebagai jalur utama menuju Ranu Pani dan Gunung Semeru. Wilayah di lereng gunung ini juga menyimpan sejumlah tempat makan tersembunyi yang mulai mencuri perhatian para pemburu kuliner.
Dua di antaranya adalah Warung DTR Burno dan Kebon Sarning. Keduanya menawarkan sensasi bersantap di tengah suasana alam yang sejuk dan asri, jauh dari kebisingan kota. Tak heran jika tempat ini menjadi destinasi kuliner alternatif, terutama bagi wisatawan yang menyukai nuansa sederhana tapi berkesan.
Meski sama-sama mengusung konsep alami, keduanya memiliki ciri khas berbeda, baik dari segi menu, desain tempat, maupun pengalaman yang ditawarkan. Paduan antara rasa, harga ramah di kantong, dan suasana yang tenang membuat pengunjung betah berlama-lama.
DTR Burno: Warung Sederhana di Tengah Hutan Kecil
Terletak di Desa Burno, Warung Damaran Tirtaning Rahayu (DTR) menyuguhkan menu khas pedesaan dengan sentuhan tradisional. Sajian utama berupa lalapan lengkap dengan sambal ulek dadakan menjadi menu favorit banyak pengunjung. Setiap lauk disiapkan langsung setelah dipesan, menjaga rasa segar dan hangat.
Meski bangunannya sederhana, lokasi warung ini cukup unik. Dikelilingi pepohonan dan hawa sejuk khas lereng Semeru, tempat ini menjadi lokasi istirahat para pelintas maupun wisatawan dari Malang yang hendak naik ke kawasan Bromo–Tengger–Semeru. Suasana tenang menjelang senja kerap dimanfaatkan pengunjung untuk menikmati waktu santai.
DTR Burno buka dari pagi hingga sore, dan tetap melayani hingga malam jika ada pengunjung yang datang. Harga makanan pun tergolong murah meriah, menjadikannya pilihan tepat bagi wisata kuliner hemat dengan nuansa alam terbuka.
Kebon Sarning: Garden Café dengan Menu Unik dan Estetika Alam
Berjarak sekitar 5 km dari Burno, Kebon Sarning hadir di Dusun Sarikemuning, Senduro. Mengusung konsep kebun terbuka, tempat ini dirancang seperti warung kebun estetik yang mengutamakan suasana tenang, hijau, dan instagramable. Kesan alami langsung terasa begitu pengunjung memasuki area kafe.
Menu andalan di Kebon Sarning adalah olahan kopi dari red cherry bean yang diseduh langsung di kebun. Selain itu, Soto Ayam Pak Yunus juga menjadi favorit dengan kuah gurih, ayam empuk, dan bawang goreng yang melimpah. Kombinasi rasa dan pemandangan alam membuat banyak pengunjung betah berlama-lama.
Tempat ini beroperasi setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 20.30 WIB. Dengan desain ruang yang terbuka dan banyak spot foto menarik, Kebon Sarning cocok untuk anak muda, penikmat kopi, hingga keluarga yang mencari suasana makan tenang di tengah kebun.
Suasana Alami, Harga Bersahabat
Baik DTR Burno maupun Kebon Sarning menawarkan daya tarik yang sama: suasana alami khas desa lereng gunung dan menu yang cocok di lidah semua kalangan. Tidak ada musik keras atau keramaian, hanya suara alam dan percakapan hangat yang mengisi udara.
Berbeda dengan kafe di pusat kota, kedua tempat ini justru menonjolkan kesederhanaan yang memikat. Banyak pengunjung yang datang bukan hanya untuk makan, tetapi juga untuk melepas penat dan menikmati ketenangan yang jarang ditemukan di tempat lain.
Jika Anda sedang berada di Lumajang atau hendak melewati jalur menuju Gunung Semeru, dua tempat ini patut untuk disinggahi. Warung DTR Burno dan Kebon Sarning menawarkan lebih dari sekadar makanan keduanya menghadirkan pengalaman bersantap yang berpadu dengan ketenangan alam. Kuliner, ketenangan, dan kehangatan suasana desa bisa Anda rasakan dalam satu kunjungan. (id)
Editor : A. Nugroho