RADAR MALANG - Bagi pecinta camilan pedas, kerupuk seblak kering adalah pilihan yang menggoda. Berasal dari inovasi kuliner khas Sunda, seblak yang biasanya berkuah kini hadir dalam versi kering, praktis dimakan, dan punya rasa yang tetap nendang.
Malang, yang terkenal dengan ragam jajanan kreatifnya, juga jadi salah satu kota di mana kerupuk seblak kering mulai banyak penggemarnya.
Kerupuk seblak kering terbuat dari kerupuk mentah yang direbus sebentar lalu dibumbui rempah khas seblak, seperti kencur, bawang putih, cabai, dan bumbu gurih lainnya. Perbedaannya dengan seblak basah adalah versi kering ini tidak berkuah, sehingga lebih awet disimpan dan bisa dibawa ke mana saja.
Di Malang, kerupuk seblak kering biasanya dijual dalam kemasan plastik atau toples, dengan tingkat kepedasan bervariasi:
-
Level 1–2: Cocok untuk penikmat rasa pedas ringan.
-
Level 3–5: Pedasnya lebih nampol, cocok untuk yang doyan tantangan.
-
Level extra pedas: Hanya untuk “petualang rasa” sejati.
Beberapa penjual menambahkan varian rasa seperti keju pedas, barbeque pedas, hingga balado, yang membuat camilan ini makin menarik.
Tempat yang sering jadi referensi untuk membeli kerupuk seblak kering di Malang antara lain:
-
Pasar Besar Malang – Banyak kios camilan yang menjual kerupuk seblak kering homemade.
-
Pusat oleh-oleh di kawasan Soekarno-Hatta dan Oro-oro Dowo.
-
Toko camilan online lokal di Instagram dan marketplace, yang sering menawarkan kerupuk seblak kering buatan UMKM Malang.
Harga kerupuk seblak kering berkisar antara Rp 8.000–Rp 20.000 per bungkus, tergantung ukuran dan varian rasa.
Krupuk seblak kering adalah bukti bahwa camilan pedas tidak harus ribet disajikan. Dengan rasa gurih, pedas, dan aroma rempah yang khas, jajanan ini sukses memikat lidah masyarakat Malang.
Praktis dibawa, cocok untuk ngemil santai, dan bisa jadi oleh-oleh unik dari kota ini. Tinggal pilih tingkat pedas favorit, dan siap-siap ketagihan. (fie)
Editor : A. Nugroho