Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Berburu Sarapan Enak di Pasar Oro-Oro Dowo Malang: Inilah Warung Ikonik yang Selalu Ramai Pembeli  

A. Nugroho • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 20:40 WIB

 

BIKIN NGILER: Nikmatnya Berburu Kuliner Pagi di Pasar Oro-Oro Dowo Malang
BIKIN NGILER: Nikmatnya Berburu Kuliner Pagi di Pasar Oro-Oro Dowo Malang

RADAR MALANG – Di antara serunya wisata modern dan kafe kekinian, Pasar Oro-Oro Dowo tetap mempertahankan magnetnya kuliner tradisional otentik yang membangkitkan rasa, kenangan, bahkan saking legendarisnya sering muncul di cerita para pelancong dan warga lokal.

Meski sempat direnovasi, atmosfer kuno dan daya tarik pasar ini tak kalah dari kafe kekinian lainnya terutama saat akhir pekan. Malah, sekarang makin nyaman, bersih, dan tetap menyuguhkan jajanan tradisional yang rasanya tetap juara.

 

Gado-Gado Pak Wito

Gado-gado Pak Wito juga masuk jajaran yang paling dicari. Sejak 1977, warung ini menyajikan gado-gado dengan bumbu kacang legit dan sayuran segar. Menariknya, kamu bisa membawa bumbu kacangnya dalam versi kemasan sebagai oleh-oleh kenangan rasa yang bisa dibawa pulang. Harga sekitar Rp 18 ribu per porsi.

 

Lumpur Kentang Wolak-Walik 27

Tidak kalah menarik, Lumpur Kentang Wolak-Walik 27 menyajikan kue lumpur dengan varian rasa kelapa, kismis, dan keju. Teksturnya empuk dan matang sempurna dengan proses ganda, seharga hanya Rp 8–10 ribu per buah. Tapi kalian harus siap-siap antre karena kedai Lumpur Kentang Wolak-Walik 27 ini akan dibanjiri pembeli bahkan saat masih pagi.

 

Ote-ote Fam

Siapa sih yang ga kenal ote-ote? Untuk camilan panas yang sederhana tapi lezat, Ote-ote Fam menawarkan ote-ote khas Porong berisi ayam, rumput laut, dan taburan daun bawang isi luar biasa dengan cita rasa yang bikin nagih, hanya sekitar Rp 8 ribu per buah.

 

Bakso Goreng “Bagoplek”

Bakso Goreng “Bagoplek” juga jadi favorit banyak pengunjung. Terbuat dari ayam yang digoreng crunchy dan gurih, jajanan ini dijual hanya sekitar Rp 3.500 per buah (minimal beli 5). Sederhana tapi pengunjung yang datang ke Pasar Oro-Oro Dowo pasti akan mampir ke kedai ini.

 

Nasi Jagung Bu Sumiati

Warung ini sudah eksis sejak 1987 yang sekarang dikenal sebagai ikon kuliner pagi di pasar. Porsi nasi jagung yang disajikan lengkap dengan mendol, dadar jagung, ikan asin, dan urap sayur membuat menu ini bukan sekadar makanan melainkan pengalaman rasa yang membawa kembali ke masa kecil. Harganya murah meriah, hanya sekitar Rp 10 ribu per porsi

 

Martabak Mini Mas Arief

Kalau kamu termasuk penggemar snack legendaris, Martabak Mini Mas Arief jadi tempat yang wajib didatangi. Aroma harum telur, daun bawang, dan daging ayam yang sedang dimasak menjelang pasar pagi menjadi pemikat utama. Martabaknya imut, lezat, dan selalu ramai dicari pembeli.

 

Kedai Pick Me Up

Yang ingin menikmati suasana sambil ngopi juga tetap bisa, karena ada Kedai Pick Me Up yang menyediakan berbagai pilihan seperti french toast, dimsum, jajanan ala Korea, plus minuman teh, kopi, dan cokelat. Nongkrong di sini memberikan suasana unik modern dalam sentuhan pasar tradisional

 

Lumpur Kentang Wolak-Walik 27

Tidak kalah menarik, Lumpur Kentang Wolak-Walik 27 menyajikan kue lumpur dengan varian rasa kelapa, kismis, dan keju. Teksturnya empuk dan matang sempurna dengan proses ganda, seharga hanya Rp 8–10 ribu per buah. Tapi kalian harus siap-siap antre karena kedai Lumpur Kentang Wolak-Walik 27 ini akan dibanjiri pembeli bahkan saat masih pagi.

 

Yang membuat Pasar Oro-Oro Dowo istimewa adalah konsistensi kuliner tradisionalnya yang masih ada sampai kini. Tak hanya makanan, pasar ini juga menyajikan atmosfer yang tak bisa ditiru yakni jajanan pagi yang ramai sebelum ramainya jalan raya, aroma pasar yang hangat, serta bangunan tua yang menyimpan banyak cerita.

Beberapa pedagang, seperti Bu Sumiati atau Pak Wito, bahkan telah menyajikan hidangan mereka puluhan tahun rasa dan reputasi jelas tidak bisa dibeli di kafe modern mana pun. Warung-warung legendaris ini turut mencerminkan kebanggaan lokal makanan sederhana yang terasa istimewa karena sejarah, keautentikan, dan pelayanan dari hati. (mkp)

Editor : A. Nugroho
#legendaris #malang #kuliner #gado gado #pasar oro oro dowo malang