RADAR MALANG - Bakso menjadi salah satu kuliner favorit masyarakat Indonesia, termasuk di Malang yang dikenal sebagai “kota bakso”. Dari sekian banyak varian, kini hadir inovasi bakso prasmanan yang memberikan pengalaman berbeda: pembeli bisa memilih sendiri jenis bakso dan pelengkap sesuai selera.
Konsep ini membuat bakso prasmanan cepat populer, terutama di kalangan anak muda dan keluarga.
Berbeda dengan bakso biasa yang porsinya sudah ditentukan penjual, bakso prasmanan mengusung konsep self-service. Di meja saji, tersedia aneka pilihan bakso dan pelengkap, mulai dari:
-
Bakso halus & urat
-
Bakso isi keju, cabe, telur, hingga daging cincang
-
Pangsit goreng & rebus
-
Tahu bakso, siomay, dan sosis
-
Sayuran segar & mie kuning atau bihun
Pembeli tinggal mengambil mangkuk, memilih isian sesuai selera, lalu menyerahkan ke kasir untuk dihitung dan disajikan dengan kuah kaldu gurih khas Malang.
Di Malang, beberapa tempat yang dikenal dengan menu bakso prasmanannya antara lain:
-
Bakso Prasmanan Pak Man – terkenal dengan pilihan bakso isi unik.
-
Bakso Prasmanan Dinoyo – jadi favorit mahasiswa karena harga terjangkau.
-
Bakso Prasmanan Cak To – menyajikan kuah kaldu sapi yang kental dan gurih.
Harga biasanya dihitung per butir, mulai Rp 1.500–Rp 5.000 per item, tergantung jenis bakso. Dengan sistem ini, pembeli bisa menyesuaikan sesuai selera dan budget.
Selain soal rasa, daya tarik bakso prasmanan adalah sensasi memilih. Anak-anak biasanya sangat senang karena bisa mengambil sendiri isi mangkoknya. Sementara orang dewasa lebih puas karena bisa mengombinasikan bakso favorit dengan tambahan mie, tahu, dan gorengan.
Bakso prasmanan menawarkan pengalaman baru menikmati kuliner khas Malang. Tidak hanya soal rasa, tetapi juga kebebasan memilih isi mangkok sesuai selera. Konsep inilah yang membuatnya digemari banyak kalangan.
Jadi, kalau sedang di Malang dan ingin mencicipi bakso dengan cara berbeda, mampir ke warung bakso prasmanan bisa jadi pilihan tepat. (fie)
Editor : A. Nugroho