Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bukan Cuma Kayutangan, Ini 3 Wisata Edukatif untuk Rekreasi Sambil Belajar di Malang!

A. Nugroho • Senin, 25 Agustus 2025 | 20:25 WIB
HISTORIS: Koleksi arca kuno di Museum Mpu Purwa tersaji lengkap dengan informasi interaktif.
HISTORIS: Koleksi arca kuno di Museum Mpu Purwa tersaji lengkap dengan informasi interaktif.

RADAR MALANG – Malang tidak hanya dikenal dengan udara sejuk dan pemandangan alamnya, tetapi juga memiliki destinasi wisata edukatif yang cocok untuk anak-anak maupun orang dewasa. Rekreasi sambil belajar jadi pengalaman yang menyenangkan, apalagi kalau tempatnya unik dan penuh nilai sejarah maupun budaya. Berikut tiga rekomendasi wisata edukatif di Malang yang bisa kamu kunjungi.

 

 

1. Museum Mpu Purwa

 

Museum Mpu Purwa menjadi destinasi yang wajib disinggahi kalau ingin mengenal lebih dekat sejarah kerajaan-kerajaan besar di Indonesia. Koleksinya mencapai 136 benda bersejarah, termasuk lima arca dari Kerajaan Kanjuruhan, Singhasari, Majapahit, Kediri, hingga Mataram Kuno. Benda-benda kuno tersebut dirawat dengan baik sehingga pengunjung bisa melihat langsung peninggalan berusia ratusan tahun tanpa kehilangan nilai historisnya.

 

Keunikan museum ini bukan hanya pada koleksinya, tapi juga cara penyajian informasinya. Dengan dua lantai yang tertata rapi, setiap pengunjung dapat belajar sejarah lewat penjelasan yang interaktif. Anak-anak pun tidak akan cepat bosan karena ada visualisasi menarik yang membuat cerita kerajaan terasa hidup. Museum ini tidak memungut biaya masuk alias gratis, sehingga ramah untuk siapa saja. Lokasinya ada di Perumahan Griya Shanta, Jalan Soekarno Hatta No. 210 Blok B, Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang. Jam buka museum mulai Selasa hingga Minggu pukul 08.30–15.00 WIB, sementara pada hari Jumat tutup lebih cepat pukul 14.00 WIB.

 

 

2. Milkindo Green Farm

 

Kalau ingin wisata edukatif bernuansa alam terbuka, Milkindo Green Farm di Kepanjen, Kabupaten Malang bisa jadi pilihan yang pas. Suasana peternakan di tengah pedesaan dengan udara sejuk khas pegunungan membuat pengalaman liburan terasa berbeda. Anak-anak bisa belajar tentang hewan ternak sambil bersentuhan langsung dengan suasana pedesaan yang alami.

 

Tidak hanya menyaksikan satwa, pengunjung juga bisa menikmati beragam fasilitas seru. Ada waterpark, kereta api mini, berkuda, ATV, hingga flying fox yang cocok untuk melatih keberanian sekaligus menambah keceriaan. Harga tiket masuk di hari biasa sebesar Rp 10 ribu, sementara pada akhir pekan Rp 15 ribu. Milkindo Green Farm buka setiap hari pukul 08.00–16.00 WIB, sehingga waktu kunjung bisa fleksibel. Dengan perpaduan hiburan dan edukasi, tempat ini menjadi favorit keluarga yang ingin healing sekaligus belajar.

 

 

3. Kampung Budaya Polowijen

 

Bagi yang tertarik pada budaya lokal, Kampung Budaya Polowijen menjadi destinasi yang penuh makna. Berlokasi di Jalan Cakalang RT 03 RW 02 Polowijen, Malang, kampung tematik ini berfokus pada pengembangan warisan leluhur. Salah satu yang terkenal adalah tari topeng Malangan, seni khas yang diwariskan turun-temurun, serta aktivitas membatik yang bisa diikuti pengunjung secara langsung.

 

Selain itu, di kawasan ini terdapat situs peninggalan bersejarah yang autentik. Sumur Windu dan Situs Makam Mbah Reni, orang pertama pembuat topeng Malangan, menjadi bukti nyata jejak budaya yang masih terjaga. Kombinasi wisata budaya, sejarah, dan edukasi ini membuat Kampung Budaya Polowijen berbeda dari destinasi lain. Tidak hanya jalan-jalan, tetapi juga memberi pengalaman mengenal lebih dalam tentang akar tradisi Malang.

(alf)

 

Editor : A. Nugroho
#sejarah #wisata edukatif #malang