MALANG - Kawasan Jalan Soekarno-Hatta atau yang akrab disebut Suhat memang tak pernah sepi dari para mahasiswa dan anak muda di Kota Malang.
Selain dikenal sebagai pusat keramaian karena dikelilingi kampus ternama, Suhat juga menjadi spot kuliner malam yang penuh warna.
Dari sore hari hingga dini hari, jalanan ini dipenuhi aroma menggoda yang datang dari deretan lapak kaki lima hingga kedai sederhana yang menjual beragam jajanan viral.
Bagi para penikmat kuliner, Suhat bukan sekadar tempat mencari makanan, melainkan juga ruang untuk merasakan suasana nongkrong, berbagi cerita, dan menikmati suasana Malang yang khas dengan udara sejuk di malam hari.
Yang membuat Suhat semakin istimewa adalah keberagaman kulinernya. Kamu bisa menemukan camilan ringan yang cocok disantap sambil jalan, hidangan manis yang menenangkan hati, hingga menu berat yang pas untuk mengisi tenaga setelah seharian beraktivitas.
Dengan harga yang ramah di kantong, terutama untuk kalangan mahasiswa, Suhat telah menjadi “surga kuliner” yang selalu punya daya tarik baru dari waktu ke waktu.
- Citul (Aci Tulang Ayam)
Salah satu jajanan yang paling banyak diburu adalah Citul (Aci Tulang Ayam). Hidangan ini cukup unik karena memadukan kenyalnya aci dengan tulang ayam yang masih menyisakan daging serta suwiran ayam berbumbu.
Rasanya gurih pedas, pas untuk penikmat camilan sederhana tapi mengenyangkan. Harga seporsinya berkisar Rp 10.000 – Rp 15.000, dan biasanya dijual mulai sore hingga malam, sehingga cocok disantap saat jam nongkrong.
- Mie Lidi dan Basreng Mie Binting
Untuk yang rindu camilan era 90-an, Mie Lidi dan Basreng Mie Biting di depan SMA Negeri 9 Malang bisa menjadi pilihan nostalgia.
Beragam varian rasa dengan tingkat kepedasan yang bisa dipilih sesuai selera membuat kedai ini tak pernah sepi.
Dengan harga mulai Rp 5.000 saja, camilan ini buka pukul 14.00 hingga malam hari, menjadikannya destinasi favorit mahasiswa yang ingin ngemil ringan sepulang kuliah
- Piscok Lumer Suhat
Penggemar makanan manis tentu tidak boleh melewatkan Piscok Lumer Suhat. Pisang goreng dengan isi cokelat cair yang meleleh saat digigit ini jadi primadona karena rasa manisnya menenangkan dan teksturnya memanjakan lidah.
Harganya juga sangat terjangkau, hanya sekitar Rp 2.500 per buah. Banyak penjual piscok bertebaran di sepanjang Suhat, biasanya buka dari sore sampai larut malam.
- Pos Ketan Legenda 1967
Selain itu, ada Pos Ketan Legenda 1967 cabang Suhat yang menghadirkan menu klasik ketan dengan beragam topping seperti keju, cokelat, dan kelapa parut.
Teksturnya yang lembut dengan cita rasa tradisional membuatnya cocok disantap sambil bercengkerama dengan teman.
Dengan harga mulai Rp 8.000, kedai ini buka hingga tengah malam, sehingga menjadi tempat favorit untuk mengakhiri hari dengan camilan manis.
- Makaroni Ngehe Suhat
Makaroni Ngehe Suhat menawarkan pengalaman menyantap camilan gurih pedas dengan berbagai level pedas yang bisa dipilih sesuai selera.
Makaroni kering yang dibumbui rempah ini harganya mulai Rp 5.000 per bungkus, dan bisa ditemukan sejak siang hari hingga malam.
- Gultik Suhat (Gulai Tikungan)
Bagi pecinta makanan berat, Gultik Suhat (Gulai Tikungan) adalah andalan. Berada di dekat RS Permata Bunda, kedai sederhana ini buka mulai pukul 19.00 hingga dini hari.
Seporsi gulai hangat dengan kuah gurih kental ditambah pilihan sate membuatnya cocok untuk menghangatkan tubuh di udara malam Malang yang sejuk.
Dengan harga Rp 12.000 – Rp 22.000 per porsi, gultik menjadi primadona pengunjung yang ingin makan kenyang namun tetap hemat.
Selain itu, Suhat juga dikenal dengan deretan street food lain seperti seblak pedas, tahu campur khas Jawa Timur, nasi goreng Mafia dengan aneka tingkat kepedasan, angkringan dengan suasana santai, hingga pisang keju manis yang tak kalah menggoda.
Dengan harga berkisar Rp 2.000 – Rp 18.000, ragam jajanan ini makin memperkaya pilihan kuliner di kawasan tersebut.
Kuliner di Suhat Malang seakan tak pernah kehabisan daya tarik. Dari camilan sederhana yang mengingatkan pada masa kecil, makanan kekinian yang sedang hits, hingga hidangan berat yang mampu mengenyangkan, semuanya bisa ditemukan dalam satu kawasan.
Harga yang terjangkau membuat jajanan di Suhat ramah untuk siapa saja, baik mahasiswa yang ingin hemat, pekerja yang mencari pengisi energi, maupun wisatawan yang penasaran dengan kuliner khas Malang.
Lebih dari sekadar makanan, Suhat menyajikan pengalaman. Suasana ramai dengan hiruk pikuk anak muda, aroma masakan yang menyatu dengan udara dingin khas Malang, hingga interaksi hangat antara penjual dan pembeli menjadikan kulineran di Suhat penuh cerita.
Setiap gigitan makanan di sini bukan hanya soal rasa, melainkan juga tentang kebersamaan dan kenangan yang tercipta.
Jadi, jika kamu sedang berada di Malang, jangan lupa menyempatkan diri menjelajahi Suhat. Bisa jadi, jajanan favorit barumu sedang menunggu untuk ditemukan di sudut jalan yang penuh kehidupan ini. (bt)
Editor : A. Nugroho