RADAR MALANG - Bicara soal kuliner di Malang memang tidak ada habisnya. Setiap sudut kota punya daya tarik tersendiri, mulai dari jajanan kaki lima, warung legendaris, hingga restoran kekinian yang penuh inovasi. Salah satu kawasan yang belakangan semakin populer di kalangan pemburu kuliner adalah Blimbing. Terletak strategis di jalur utama masuk Kota Malang dari arah utara, Blimbing menjadi persinggahan favorit banyak orang, baik warga lokal maupun pendatang.
Kawasan ini bukan hanya ramai karena pusat perbelanjaan dan kawasan perumahan, tetapi juga dikenal dengan deretan tempat makan yang hampir tidak pernah sepi. Bahkan, ada beberapa spot kuliner di Blimbing yang sudah jadi rahasia umum kalau mau makan di sana, harus siap mental untuk antri panjang.
Mari kita kupas satu per satu tiga tempat makan di Blimbing yang selalu jadi rebutan pecinta kuliner.
- Rawon Nguling Cabang Blimbing
Kalau bicara soal kuliner khas Jawa Timur, nama rawon sudah pasti masuk daftar utama. Kuah hitam pekat dari kluwek yang berpadu dengan daging sapi empuk selalu sukses bikin lidah ketagihan. Di Blimbing, ada satu tempat yang hampir tidak pernah sepi pengunjung, yakni Rawon Nguling cabang Blimbing. Tempat makan ini sudah jadi legenda karena membawa nama besar Rawon Nguling Probolinggo yang terkenal seantero Jawa Timur.
Setiap hari, terutama saat jam makan siang, antrean di Rawon Nguling Blimbing bisa sangat panjang. Banyak orang rela menunggu hanya untuk bisa menikmati seporsi rawon hangat dengan nasi putih pulen, tauge, sambal, dan kerupuk udang. Kuah rawonnya kental, rasanya gurih, dan bumbunya meresap sempurna ke dalam potongan daging. Yang membuat orang semakin cinta adalah konsistensi rasanya. Dari dulu hingga sekarang, rawon di sini tetap mempertahankan kelezatan yang sama.
Tidak hanya rawon, menu lain seperti sop buntut dan nasi pecel juga sering jadi favorit. Suasana rumah makan yang luas dengan nuansa tradisional Jawa semakin menambah daya tarik. Meski antriannya panjang, pelayanan di sini tergolong cepat sehingga pengunjung tidak terlalu lama menunggu setelah mendapatkan meja. Tidak heran jika banyak warga Malang, bahkan wisatawan dari luar kota, selalu menyempatkan mampir ke Rawon Nguling setiap kali melewati Blimbing.
- Warung Sate Gebug
Selanjutnya ada kuliner legendaris lainnya yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu, yakni Warung Sate Gebug. Warung ini awalnya berpusat di dekat Stasiun Kota Lama, namun cabangnya di kawasan Blimbing juga tidak kalah ramai. Sate gebug dikenal unik karena potongan daging sapinya sangat besar, empuk, dan juicy, berbeda dari sate biasanya yang lebih kecil. Nama “gebug” sendiri konon berasal dari cara pengolahan daging yang dipukul-pukul (digebug) agar teksturnya empuk sebelum dibakar.
Setiap kali jam makan siang atau malam, antrean di Warung Sate Gebug Blimbing bisa mengular. Aroma daging yang dibakar dengan bumbu sederhana saja sudah cukup untuk membuat siapa pun menelan ludah. Rasanya benar-benar khas gurih, sedikit manis, dan kaya aroma asap yang menggoda. Seporsi sate gebug biasanya disajikan bersama nasi hangat, sop daging bening, dan sambal yang membuat makan semakin nikmat.
- Warung Lama Haji Ridwan – Ayam Goreng Legendaris
Rekomendasi ketiga adalah tempat makan yang sering disebut-sebut sebagai salah satu ikon kuliner Malang, yaitu Warung Lama Haji Ridwan. Lokasi pusatnya memang di kawasan Pasar Besar, tapi cabang Blimbing juga selalu dipadati pengunjung. Menu andalan di sini adalah ayam goreng bumbu kuning dengan cita rasa khas yang tidak berubah sejak pertama kali buka puluhan tahun lalu.
Begitu masuk ke warung ini, suasananya sederhana, bahkan cenderung klasik. Namun, begitu seporsi ayam goreng mendarat di meja, semua penantian terasa terbayar. Ayamnya digoreng dengan bumbu rempah yang meresap hingga ke dalam daging, kulitnya renyah, dan aromanya sangat menggoda. Biasanya ayam goreng ini disajikan dengan nasi hangat, sambal terasi, lalapan, dan tempe goreng. Kombinasi sederhana tapi ampuh membuat siapa pun ketagihan.
Antrean panjang di Warung Lama Haji Ridwan bukan hanya datang dari warga Malang, tapi juga para wisatawan yang sudah mendengar reputasinya. Banyak orang rela menunggu lama hanya untuk bisa mencicipi seporsi ayam goreng yang rasanya disebut-sebut tidak ada duanya. Bahkan ada pelanggan setia dari luar kota yang menjadikan makan di sini sebagai agenda wajib setiap kali berkunjung ke Malang.
Jadi, kalau suatu saat kamu melintas atau sedang berada di kawasan Blimbing, jangan heran jika melihat antrean panjang di depan Rawon Nguling, Warung Sate Gebug, atau Warung Lama Haji Ridwan. Antrean itu adalah tanda bahwa di dalam sana ada cita rasa istimewa yang sudah diakui banyak orang. Siapkan mental untuk menunggu, dan pastikan perutmu cukup kosong, karena sekali mencicipi, kamu akan sadar bahwa semua penantian itu benar-benar terbayar lunas. (mkp)
Editor : A. Nugroho