RADAR MALANG - Menjejaki jejak budaya Malang seperti membuka buku hidup yang tak terhitung halamannya setiap sudutnya menyimpan cerita, tetes keringat leluhur, dan warna yang membuatnya hidup hingga kini. Di kota ini kamu bisa menyelami sejarah melalui benda-benda berusia ratusan tahun, merasakan getaran tradisi dalam ritus adat, hingga menjejak artefak yang bercerita tentang masa silam.
Semua ragam kesenian dan warisan lokal itu bukan sekadar pajangan, melainkan tarikan napas kota Malang yang tak pernah padam. Mari kita jelajahi beberapa kearifan budaya yang bisa kamu nikmati:
- Museum Malang Tempo Doeloe
Kawasan ini menyuguhkan pameran interaktif tentang perjalanan budaya dan sejarah kota Malang melalui replika kehidupan masa lampau, tembikar, hingga kerajinan tradisional. Tiket masuknya sangat terjangkau: Rp 25.000 untuk pengunjung luar kota, Rp 15.000 bagi warga lokal, dan hanya Rp 10.000 untuk pelajar. Alamatnya ada di Jl. Gajahmada, Kiduldalem, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur.
- Museum Ganesya (Gelar Indonesia Budaya)
Museum ini memadukan pertunjukan budaya dengan wahana interaktif seperti Magic Journey dan Bumper Car. Tiket umum sekitar Rp 25.000 per orang, tapi kalau beli tiket terusan, kamu bisa dapat akses banyak wahana: Rp 135.000 weekday, Rp 155.000 weekend dan hari libur.
- Taman Krida Budaya
Tempat ini sering dijadikan panggung pertunjukan seni dan kebudayaan, namun menariknya untuk masuk ke sana kamu tak perlu bayar tiket sama sekali. Cukup sediakan biaya parkir sekitar Rp 2.000 untuk motor untuk menikmati fasilitas seperti pendopo, musala, street food, dan spot santai.
- Museum Mpu Purwa
Museum dengan koleksi 136 artefak dari berbagai kerajaan kuno seperti Kanjuruhan, Singhasari, Majapahit, dan Mataram. Menariknya, masuk ke sini gratis. Lokasinya ada di Perumahan Griya Santa, Jl. Soekarno Hatta No. 210 Blok B, Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang. Buka Selasa–Kamis 08.30–15.00 dan Jumat khusus sampai pukul 14.00 WIB.
- Kampung Budaya Polowijen
Sebuah desa wisata tematik yang melestarikan tradisi membatik dan tari topeng Malangan. Kamu bisa belajar langsung membuat batik dan belajar menari. Lokasi di Jalan Cakalang RT 03 RW 02, Polowijen, Malang. Sayangnya informasi harga tiket tidak disebut melalui sumber ini.
- Situs Patirtaan Ngawonggo
Cagar budaya berupa situs pemandian peninggalan Mataram Kuno yang dikelilingi suasana alam asri. Pengunjung bisa mencoba permainan tradisional, menikmati wedang Tomboan, dan sajian lokal lainnya. Buka Jumat-Rabu pukul 09.00-16.00 WIB dan gratis, tapi sebaiknya reservasi dulu sebelum datang.
- Grebeg Tirto Aji
Upacara adat yang dihelat masyarakat Tengger menyambut hari besar Yadya Kasada. Ritual ini melibatkan arak-arakan jampana (gunungan hasil panen) dan berlangsung di pendopo Pemkab Malang. Merupakan perayaan budaya tahunan yang khas.
- Candi Badut
Candi Hindu tertua di Jawa Timur, dibangun sekitar tahun 760 M, terletak di Karang Besuki, Dau, kurang lebih 5 km dari pusat Kota Malang. Struktur candinya masih menunjukkan arsitektur kuno khas Jawa Tengah, dan sangat layak dijadikan destinasi sejarah.
- Candi Singhasari dan Candi Jago
Candi Singhasari, peninggalan Kerajaan Singhasari abad ke-13, berada di Candirenggo, Singosari, sekitar 10 km utara Kota Malang. Sedang Candi Jago sekitar 22 km dari Malang, juga bergaya Hindu-Buddha dari zaman Singhasari dengan relief epik. Keduanya sarat nilai sejarah dan estetika arkeologis.
Itulah merupakan rekomendasi tempat wisata berbau kebudayaan di Malang. (run)
Editor : A. Nugroho