Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Hidden Gem Kuliner Dinoyo yang Jadi Rebutan Mahasiswa Perantau di Malang

A. Nugroho • Jumat, 29 Agustus 2025 | 17:15 WIB

 

LEZAT NIKMAT: Inilah Kuliner di Dinoyo yang Sering jadi Rebutan Mahasiswa Perantau
LEZAT NIKMAT: Inilah Kuliner di Dinoyo yang Sering jadi Rebutan Mahasiswa Perantau

RADAR MALANG – Dinoyo tak hanya dikenal sebagai kawasan sibuk di Kota Malang dengan deretan kos-kosan mahasiswa dan jalan raya yang padat. Lebih dari itu, daerah ini juga punya daya tarik tersendiri di bidang kuliner. Bagi mahasiswa perantau, Dinoyo adalah “ladang emas” yang menyediakan berbagai pilihan makanan enak, murah, dan mengenyangkan. Tak heran, setiap malam, kawasan ini dipadati mahasiswa yang berburu kuliner untuk melepas lapar sekaligus melepas penat.

Meski banyak warung makan dan kafe baru bermunculan, Dinoyo tetap menyimpan sejumlah hidden gem yang kerap menjadi perbincangan di kalangan mahasiswa. Tempat-tempat ini mungkin tidak selalu terlihat mencolok dari luar, tetapi selalu ramai dipadati pelanggan setia. Rahasianya sederhana harga ramah kantong, porsi melimpah, dan rasa yang bikin ketagihan.

 

Bakso Bakar Pahlawan Trip

Salah satu kuliner legendaris di Dinoyo adalah Bakso Bakar Pahlawan Trip. Meski cabangnya sudah tersebar, outlet kecil di kawasan Dinoyo tetap jadi favorit mahasiswa karena lokasinya strategis. Bakso bakar dengan bumbu manis pedas ini disajikan panas-panas dengan aroma khas yang menggoda.

Harga per tusuknya relatif murah, sehingga pas sekali untuk anak kos yang ingin makan enak tanpa perlu merogoh kocek dalam. Saat jam makan malam tiba, antrean panjang di depan gerobak bakso bakar sudah jadi pemandangan biasa.

 

Nasi Goreng Mawut Dinoyo

Selain bakso bakar, ada juga Nasi Goreng Mawut Dinoyo yang tak kalah populer. Dinamakan “mawut” karena nasi goreng ini dicampur dengan mie, menghasilkan kombinasi karbohidrat yang bikin kenyang maksimal. Cita rasa gurih pedasnya khas, ditambah topping telur dadar dan kerupuk, membuat mahasiswa betah kembali lagi dan lagi. Harga seporsinya masih di kisaran Rp 15.000–Rp 18.000, sangat bersahabat untuk kantong pelajar.

 

Ceker Setan Dinoyo 

Bagi pencinta makanan pedas, Ceker Setan Dinoyo menjadi destinasi wajib. Warung sederhana ini terkenal dengan olahan ceker ayam pedas yang membuat penikmatnya keringat bercucuran. Level kepedasan bisa dipilih sesuai selera, mulai dari pedas ringan hingga super pedas yang membuat lidah “menyerah”. Meski sederhana, daya tarik ceker setan tak pernah pudar. Justru suasana lesehan, asap panas, dan obrolan mahasiswa menjadi bagian dari pengalaman kuliner itu sendiri.

 

 

Pisang Cokelat Dinoyo

Tidak hanya makanan berat, Dinoyo juga punya hidden gem berupa jajanan manis. Salah satunya adalah Pisang Cokelat Dinoyo, yang disajikan dengan lelehan cokelat dan topping keju melimpah. Camilan ini sering jadi teman nongkrong mahasiswa saat malam hari. Rasanya manis legit, harganya murah meriah, dan porsinya bisa dinikmati bersama teman. Tidak heran jika setiap malam, gerobak pisang cokelat tak pernah sepi pembeli.

 

Fenomena ramainya kuliner Dinoyo sebenarnya tak lepas dari kebutuhan mahasiswa perantau yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun. Kawasan ini dikelilingi kampus besar seperti Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang. Kehadiran ribuan mahasiswa membuat perputaran ekonomi kuliner di Dinoyo bergerak sangat cepat. Warung baru bisa langsung viral jika rasanya enak dan harganya terjangkau, begitu pula sebaliknya, tempat makan yang terlalu mahal biasanya sulit bertahan lama.

Yang menarik, sebagian besar hidden gem kuliner di Dinoyo tidak mengandalkan promosi besar-besaran. Informasi tentang tempat makan justru menyebar lewat mulut ke mulut antar mahasiswa, atau lewat unggahan sederhana di media sosial. Kata kunci utamanya selalu sama: murah, enak, dan mengenyangkan. Bahkan, tak jarang mahasiswa rela berjalan kaki atau naik motor jauh-jauh hanya untuk mencoba satu menu yang sedang ramai dibicarakan.

Editor : A. Nugroho
#dinoyo #perantau #malang #dinoyo kota malang #bakso bakar