KARANGPLOSO – Wisata Dam Cokro di Dusun Lowoksari, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, kian ramai dikunjungi. Tempat wisata yang memanfaatkan aliran irigasi Sumber Umbulan ini dibuka dua tahun lalu dan kini mulai bersolek. Yakni dengan rencana perapihan jalan serta penambahan wahana baru.
Wisata air yang ditawarkan terbilang sederhana. Aliran saluran irigasi sepanjang 50 meter dibagi tiga dam pemisah, dilengkapi persewaan ban untuk pengunjung, gazebo untuk orang tua yang menunggu anak-anak berenang, dan panggung hiburan yang bisa dimanfaatkan untuk karaoke.
”Masuk bayar seikhlasnya dimasukkan ke kotak. Ada yang bayar, ada yang langsung masuk,” ujar Bahrudin, salah satu pengelola. Ia menjelaskan, wisata itu diinisiasi pada 2023 oleh Cokro Community atau pemuda Karang Taruna Lowoksari.
Ide wisata muncul saat pemuda setempat kerap nongkrong di lokasi dan memanfaatkan air untuk lomba 17 Agustus. Penataan awal dilakukan dengan membangun gazebo dan ruang ganti menggunakan swadaya masyarakat tanpa kucuran dana dari pemerintah desa. Pondokan memanfaatkan pohon bambu yang tumbuh di sekitar.
Kunjungan ke Dam Cokro semakin ramai sejak dipromosikan sekitar dua bulan terakhir. ”Bersamaan dengan pembangunan jembatan dan papan besi bertuliskan Dam Cokro, pengunjung makin meningkat. Bahkan ada yang datang dari Bali dan Bogor karena penasaran,” ungkap Bahrudin. Dana pembangunan jembatan dan papan informasi berasal dari uang masuk seikhlasnya.
Meski ramai, pengelola menyadari masih banyak yang perlu diperbaiki. ”Gazebo perlu ditambah, jalan perlu dipaving, dan akan ada penambahan wahana seperti outbond. Tempat parkir juga rencananya diperbaiki,” kata Bahrudin.
Dengan berbagai perapihan dan penambahan fasilitas, Dam Cokro diharapkan bisa menjadi destinasi wisata andalan di Karangploso. Tidak hanya bagi warga sekitar tetapi juga bagi pengunjung dari luar kota. (biy/adn)
Editor : A. Nugroho