RADAR MALANG – Mencicipi kuliner unik seperti sate baby octopus atau gurita di Malang akan jadi pengalaman yang membuka cakrawala rasa. Setiap tusuknya menawarkan sensasi lembut dan gurih, dengan cita rasa laut yang khas dan sedikit “kenyal-kenyal” apalagi jika disantap di tengah keramaian malam, sambil menikmati suasana kota yang berdenyut hidup.
Apalagi kalau kamu sedang jalan-jalan atau mengitari pusat kuliner, satunya ada di sekitar Alun-Alun Kota Batu, yang bahkan pas malam hari jadi semarak dengan berbagai pilihan street food. Di sana, sate gurita disajikan pas di atas bara, aromanya langsung membuat perut “protes” minta segera dicoba.
Di kawasan Alun-Alun Kota Batu ada berbagai stan street food yang menjajakan sate gurita bersama sate sosis, kepiting, dan lainnya. Tiap tusuk sate gurita dihargai mulai Rp 10.000, dan untuk ukuran jumbo tersedia dengan harga sekitar Rp 15.000. Lokasinya tepat di sekitar area Alun-Alun Kota Batu, sering disebut sebagai kawasan kuliner malam yang seru buat dijelajahi bersama teman atau keluarga.
Beberapa stan street food di Alun-Alun Batu, termasuk yang berada di dekat Pos Ketan Legenda, juga menjual sate gurita yang langsung dibakar saat dipesan. Harganya berkisar Rp 10.000 per tusuk untuk porsi biasa, dan sekitar Rp 15.000 jika kamu memilih varian jumbo yang lebih besar. Letaknya di sekitar area kuliner malam Alun-Alun Batu, mudah ditemukan dan jadi andalan buat pengunjung yang ingin camilan cepat dan lezat.
Beberapa pedagang street food Malaysia-style (seperti Kedai 86 LokLok Malaysian Satay) di sekitar Alun-Alun Kota Batu juga menyediakan sate gurita sebagai salah satu opsi sate-sateannya. Harga per tusuk mulai dari Rp 10.000, dengan pilihan yang lebih besar tersedia seharga Rp 15.000. Lokasinya strategis, di kawasan yang ramai dan mudah dijangkau bila kamu sedang nongkrong atau jalan-jalan di pusat Batu malam hari. (run)