MALANG KOTA – Sempat anjlok akibat aksi solidaritas yang diiringi kerusuhan beberapa hari lalu, kini kunjungan wisatawan di Kota Malang kembali normal. Pemkot Malang mencatat peningkatan kunjungan 80 persen dibanding beberapa hari sebelumnya.
Kembali normalnya kunjungan wisatawan juga berkah dari musim libur panjang maulid Nabi Muhammad, 5-7 September 2025. ”Untuk sekarang ini kondisi pariwisata sudah pulih,” Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi kemarin (7/9). ”Laporan PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Kota Malang, hotel selama libur panjang banyak yang fully booked," tambahnya.
Ketika terjadi kerusuhan beberapa hari lalu, bidang destinasi wisata Disporapar Kota Malang melakukan survei. Okupansi beberapa hotel mengalami penurunan hingga 20 persen. Penurunan okupansi terlihat di dua hotel di Kecamatan Klojen dan satu hotel di Kecamatan Blimbing. Di salah satu hotel juga sempat ada pembatalan pemesanan senilai ratusan juta rupiah.
Di samping itu, survei juga dilakukan di tiga agen travel. Hasilnya menunjukkan penurunan, bahkan ada klien yang membatalkan kunjungan ke Kota Malang. Padahal, adanya agen travel membantu mengerek kunjungan ke daya tarik wisata (DTW). Seperti kampung tematik. Biasanya agen travel melayani rute wisata ke Gunung Bromo. Sebelum ke sana, wisatawan akan dibawa berkunjung ke DTW atau tempat kuliner.
Selain hotel, kunjungan ke kampung tematik juga mulai meningkat secara perlahan. Salah satunya di Kampung Warna-Warni Jodipan. "Pada 1 September lalu, hanya ada 136 kunjungan dari wisatawan mancanegara maupun lokal," sebut Baihaqi. Padahal biasanya Kampung Warna-Warni menerima hingga 400 kunjungan setiap hari. Namun terjadi peningkatan secara bertahap mulai 2-5 September lalu.
Berdasar pantauan terakhir, ada 242 kunjungan dari wisatawan mancanegara maupun domestik. "Untuk menjaga agar tetap kondusif, kami menyebarkan informasi mengenai kondisi Kota Malang. Salah satunya melalui video aksi damai yang ditayangkan di media sosial," kata Baihaqi. Pihaknya juga rutin berkomunikasi dengan pengelola kampung tematik dan melakukan pemantauan. Dia berharap upaya yang dilakukan dapat memulihkan sektor pariwisata.(mel/dan)
Editor : A. Nugroho