RADAR MALANG – Kreativitas kuliner di Kota Pahlawan tampaknya tidak ada habisnya. Jika sebelumnya kopi keliling sempat ramai digemari, kini giliran nasi Padang keliling yang viral di berbagai sudut Surabaya. Kehadirannya langsung mencuri perhatian masyarakat, terutama pekerja kantoran dan mahasiswa yang membutuhkan menu praktis namun tetap mengenyangkan.
Fenomena ini muncul seiring gaya hidup warga kota yang serba cepat. Alih-alih harus mampir ke rumah makan Padang, pembeli cukup menunggu penjual datang dengan motor atau gerobak sederhana. Harga yang relatif terjangkau membuat kuliner ini semakin diminati, apalagi dengan porsi dan rasa khas Minang yang sudah familiar di lidah banyak orang.
Belakangan, media sosial turut berperan besar dalam mengangkat popularitas nasi Padang keliling. Berbagai unggahan video hingga ulasan kuliner membuat tren ini semakin menyebar luas. Dalam salah satu video TikTok yang diunggah akun @lambungturah, penjual terlihat sibuk melayani pembeli di pinggir jalan. “Nasi Padang keliling, makan enak murah meriah,” tulis keterangan dalam video berdurasi satu menit tersebut.
Konsep Sederhana, Rasa Tetap Autentik
Berbeda dengan rumah makan Padang yang identik dengan etalase kaca berisi puluhan lauk, nasi Padang keliling biasanya dijual dalam kemasan praktis. Penjual menata lauk di kotak kecil atau wadah sederhana, lalu menawarkan kepada pembeli di pinggir jalan. Meski tampilannya ringkas, cita rasa rempah khas Minang tetap terasa kuat.
Beberapa penjual memilih menggunakan motor dengan kotak penyimpanan di belakang, sementara yang lain memanfaatkan gerobak dorong atau bahkan sepeda. Kreativitas ini membuat nasi Padang keliling tidak hanya praktis, tetapi juga memiliki daya tarik tersendiri di mata konsumen.
Jadi Pilihan Makan Siang Warga Kota
Di tengah rutinitas padat, keberadaan nasi Padang keliling memberi alternatif baru bagi warga Surabaya. Hanya dengan merogoh kocek sekitar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu, pembeli sudah bisa menikmati nasi hangat lengkap dengan lauk ayam, rendang, telur, atau sambal hijau yang pedas.
Tidak heran, keberadaan penjual nasi Padang keliling sering ditunggu di titik-titik strategis seperti kawasan perkantoran, kampus, dan pemukiman padat. Bahkan, ada yang rela antre lebih awal agar tidak kehabisan.
Fenomena Kuliner Kekinian
Fenomena nasi Padang keliling menunjukkan betapa kreatifnya pelaku usaha kuliner dalam menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat perkotaan. Tren ini sekaligus menambah warna kuliner jalanan di Surabaya, yang semakin beragam dan terus berkembang.
Jika kopi keliling menjadi simbol gaya hidup nongkrong santai, maka nasi Padang keliling hadir sebagai jawaban praktis untuk kebutuhan perut kenyang tanpa ribet. Dengan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi, besar kemungkinan tren ini akan bertahan lama dan bahkan menginspirasi kota-kota lain di Indonesia. (id)
Editor : A. Nugroho