Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sejarah Kampung Warna-Warni Jodipan, dari Permukiman Kumuh Jadi Ikon Wisata Malang

A. Nugroho • Kamis, 11 September 2025 | 20:47 WIB
Transformasi menakjubkan Kampung Jodipan! Dari permukiman kumuh menjadi ikon wisata warna-warni, Jodipan kini jadi magnet bagi wisatawan lokal dan mancanegara
Transformasi menakjubkan Kampung Jodipan! Dari permukiman kumuh menjadi ikon wisata warna-warni, Jodipan kini jadi magnet bagi wisatawan lokal dan mancanegara

 

 

 

RADAR MALANG – Siapa yang tidak mengenal Kampung Warna-Warni Jodipan? Kawasan di tepian Sungai Brantas ini telah menjelma menjadi salah satu ikon wisata Kota Malang. Ribuan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, pernah singgah untuk menikmati pemandangan rumah-rumah warga yang dicat warna-warni dengan pola unik. Namun, di balik tampilannya yang mencolok mata, kampung ini menyimpan kisah panjang tentang perubahan sosial dan kreativitas anak muda.

Jauh sebelum dikenal sebagai destinasi wisata, kawasan Jodipan dulunya hanyalah permukiman padat yang identik dengan kumuh. Deretan rumah warga yang berdesakan di pinggir sungai sering dianggap tidak sedap dipandang, apalagi jika melintas di Jembatan Brantas. Sampah yang menumpuk di aliran sungai membuat kawasan ini kurang nyaman. Tidak ada yang menyangka, dalam beberapa tahun kemudian, tempat ini mampu berubah drastis menjadi salah satu lokasi wisata paling populer di Malang.

Transformasi Jodipan menjadi kampung wisata tidak lepas dari gagasan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pada 2016, delapan mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi yang tergabung dalam kelompok tugas Public Relations (PR) diberikan proyek untuk melakukan perubahan nyata di masyarakat. Dari situlah lahir ide mengecat rumah-rumah warga dengan berbagai warna cerah. Mereka menggandeng perusahaan cat PT Indana sebagai sponsor, sehingga proses pengecatan bisa dilakukan secara masif.

Proyek ini mulanya dipandang sebelah mata. Tidak sedikit yang menganggap bahwa sekadar mengecat rumah warga tidak akan membawa dampak besar. Namun, seiring berjalannya waktu, warna-warni mencolok yang menghiasi rumah di tepi Sungai Brantas mulai menarik perhatian. Foto-foto kampung tersebut viral di media sosial, membuat banyak orang penasaran dan akhirnya datang langsung untuk berkunjung. Dari situlah Jodipan bertransformasi menjadi Kampung Warna-Warni yang kemudian mengangkat nama Malang ke kancah wisata nasional.

Bukan hanya cat warna-warni yang menjadikan kawasan ini menarik. Warga dan pengelola kampung juga terus berinovasi. Mereka menambahkan mural-mural unik di dinding, memasang payung gantung di lorong sempit, hingga membangun jembatan kaca yang menghubungkan Jodipan dengan Kampung Tridi di seberangnya. Kreativitas ini semakin menguatkan identitas Jodipan sebagai kampung wisata berbasis partisipasi masyarakat.

Menurut laporan Liputan6, sebelum dicat, kondisi Jodipan termasuk dalam kategori kawasan kumuh di Malang. Keberadaan program mahasiswa tersebut tidak hanya memperbaiki tampilan visual kampung, tetapi juga mengubah perilaku warga. Mereka mulai sadar akan kebersihan lingkungan dan pentingnya menjaga kawasan wisata. Dampaknya, kualitas hidup warga perlahan meningkat. Banyak yang kemudian membuka usaha kecil-kecilan, seperti warung, toko suvenir, hingga jasa parkir.

Detik Jatim mencatat, ide awal Jodipan ini menjadi contoh nyata bagaimana kreativitas mahasiswa bisa membawa manfaat nyata. Tidak hanya untuk nilai akademis, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat luas. Bahkan, sejak tahun pertama, jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat. Hal itu membuat Jodipan tidak hanya terkenal di kalangan warga Malang, tetapi juga menjadi tujuan wajib bagi pelancong yang datang dari luar kota.

Kini, hampir satu dekade sejak peresmian pertamanya, Kampung Warna-Warni masih menjadi daya tarik utama wisata Kota Malang. Meski popularitasnya sempat turun karena pandemi, kampung ini tetap ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan. Wisatawan biasanya datang untuk berfoto, menikmati suasana kampung yang penuh warna, sekaligus berinteraksi dengan warga lokal. Kehadiran Jodipan juga menjadi salah satu alasan mengapa Malang semakin kuat sebagai kota wisata berbasis kreativitas masyarakat.

Kampung Warna-Warni Jodipan membuktikan bahwa perubahan besar bisa lahir dari ide sederhana. Apa yang awalnya dianggap kumuh, kini menjadi ikon yang membanggakan. Lebih dari itu, kampung ini juga menjadi contoh kolaborasi yang berhasil: mahasiswa yang berinisiatif, perusahaan yang mendukung, dan warga yang mau terlibat. Semua pihak berperan aktif dalam menciptakan wajah baru Jodipan yang kita kenal sekarang.

Bagi warga Malang, Jodipan bukan sekadar kampung wisata, melainkan simbol perubahan dan bukti bahwa kreativitas bisa mengubah stigma. Dari kawasan kumuh di pinggir sungai, kini Jodipan dikenal sebagai salah satu destinasi wisata paling ikonik di Kota Apel. Kehadirannya menegaskan bahwa potensi lokal, jika digarap dengan serius dan penuh kreativitas, mampu mengangkat nama kota di kancah yang lebih luas. Dan Jodipan, dengan segala warnanya, telah berhasil menorehkan jejak sejarah baru bagi Malang.(id)

Editor : A. Nugroho
#Jodipan #malang #kampung warna warni