RADAR MALANG – Bagi sebagian orang, akhir pekan sering kali terasa singkat. Apalagi jika hanya punya waktu libur sehari, rasanya sulit untuk bisa menikmati suasana alam tanpa harus menginap. Namun, bagi warga Malang dan sekitarnya, ternyata ada sejumlah gunung dan bukit yang bisa dijadikan alternatif liburan singkat dengan konsep pendakian tektok.
Pendakian tektok, atau perjalanan mendaki yang dilakukan dalam satu hari tanpa bermalam, kini menjadi pilihan populer. Selain praktis, konsep ini memungkinkan pendaki tetap bisa merasakan sensasi mendaki gunung tanpa harus menginap. Tidak heran, sejumlah destinasi di Malang Raya kerap dipadati pendaki yang hanya sekadar ingin melepas penat dari rutinitas.
Dari jalur yang ringan untuk pemula, hingga yang menantang bagi pendaki berpengalaman, gunung dan bukit di sekitar Malang ini menawarkan panorama alam yang memukau. Berikut deretan rekomendasi yang bisa jadi pilihan untuk liburan sehari.
Gunung Panderman, Ikon Tektok di Batu
Gunung Panderman menjadi salah satu destinasi favorit untuk pendakian singkat. Berada di Kota Batu, gunung setinggi 2.045 mdpl ini bisa ditempuh hanya dalam 3–4 jam perjalanan menuju puncak, dan sekitar dua jam untuk perjalanan turun. Jalurnya relatif landai, cocok untuk pendaki pemula maupun keluarga muda yang ingin berlibur singkat.
Selain jalurnya yang ramah, Panderman menawarkan pemandangan indah Kota Batu dari ketinggian. Jika cuaca cerah, matahari terbit di puncaknya selalu menjadi daya tarik tersendiri. Tidak heran, setiap akhir pekan jalur pendakian di Desa Toyomerto selalu ramai pengunjung.
Budug Asu, Spot Foto Instagramable
Jika ingin merasakan sensasi berbeda, Bukit Budug Asu di kawasan Singosari bisa menjadi pilihan. Pendakian menuju puncak hanya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam. Jalurnya melewati hutan pinus, kebun teh, hingga ladang yang sejuk.
Yang membuat Budug Asu semakin populer adalah keberadaan spot foto Instagramable dengan latar belakang Gunung Arjuno. Tak hanya kalangan anak muda, banyak keluarga yang juga memilih bukit ini untuk berlibur singkat sambil menikmati udara segar.
Gunung Kawi, Tantangan Sehari
Bagi pendaki yang menginginkan jalur lebih menantang, Gunung Kawi di wilayah Malang Barat bisa jadi jawabannya. Meski ketinggiannya mencapai 2.551 mdpl, pendakian gunung ini tetap bisa dilakukan dengan konsep tektok. Dengan syarat, pendaki harus berangkat pagi buta agar waktu perjalanan yang memakan 5–6 jam naik dan 3–4 jam turun bisa terkejar.
Gunung Kawi dikenal tidak hanya karena jalurnya yang menantang, tetapi juga karena nuansa spiritual yang melekat. Banyak peziarah datang ke kawasan ini, sementara pendaki menikmati jalurnya yang penuh petualangan.
Gunung Lincing, Cantik dengan Sabana
Gunung Lincing yang berada di kawasan Lawang juga menjadi favorit para pendaki tektok. Jalurnya singkat, hanya melewati dua pos, dengan waktu tempuh sekitar tiga hingga empat jam ke puncak. Dari sabana yang luas, pendaki akan disuguhi pemandangan Gunung Semeru di kejauhan.
Panorama indah ini membuat Gunung Lincing kerap dipilih pendaki yang ingin sekadar mencari sunrise tanpa harus menginap. Tak heran jika setiap akhir pekan, jalur perkebunan teh menuju puncak selalu ramai.
Bukit Jabal, Ramah untuk Pemula
Bagi yang benar-benar ingin jalur singkat dan ringan, Bukit Jabal bisa menjadi alternatif. Tingginya hanya sekitar 1.000 mdpl, dengan jalur pendakian yang bisa ditempuh dalam satu hingga dua jam saja. Pemandangan hijau dan udara sejuk membuat bukit ini cocok bagi pendaki pemula, atau mereka yang hanya ingin rekreasi ringan.
Tektok Jadi Gaya Baru Liburan Singkat
Fenomena tektok kini menjadi tren tersendiri bagi masyarakat perkotaan yang sibuk. Dengan waktu yang terbatas, mereka tetap bisa menikmati alam bebas, berolahraga, sekaligus melepas penat. Dari gunung yang menantang hingga bukit ramah pemula, Malang Raya menyimpan banyak pilihan.
Jadi, jika bingung ingin liburan singkat tanpa harus menginap, lima destinasi ini bisa jadi solusi. Selain dekat, jalurnya bisa diselesaikan dalam satu hari. Pastikan untuk berangkat pagi, membawa bekal cukup, serta memperhatikan kondisi cuaca. Dengan persiapan matang, liburan sehari Anda tetap bisa berkesan di alam bebas Malang. (id)
Editor : A. Nugroho