MALANG – Malang tidak hanya terkenal dengan destinasi wisata alam seperti pantai dan gunung, tetapi juga memiliki beberapa spot rock climbing yang menantang. Bagi pecinta panjat tebing dan aktivitas ekstrem, Malang menawarkan pilihan lokasi yang bisa menguji adrenalin sekaligus memanjakan mata dengan panorama indah. Berikut empat spot rock climbing di Malang yang seru untuk dijajal!
1. Lembah Kera, Kecamatan Pagak
Lembah Kera sudah lama dikenal sebagai lokasi favorit komunitas pecinta alam di Malang, salah satunya HIMAKPA ITN Malang. Tebing di lokasi ini memiliki ketinggian sekitar 45–50 meter dengan jalur yang bervariasi, mulai dari jalur bouldering hingga jalur dengan pengaman lengkap. Keberagaman jalur ini menjadikan Lembah Kera tempat yang pas bagi pemula maupun pendaki tebing berpengalaman untuk melatih skill mereka. Suasana alamnya juga masih asri, sehingga memberikan sensasi climbing yang berbeda.
Di sini tidak ada tiket masuk resmi. Namun, pengunjung biasanya membawa peralatan pribadi atau bisa menyewa peralatan di kisaran Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Lokasinya ada di Desa Gampingan, Kecamatan Pagak, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Karena tempatnya terbuka, tidak ada jam operasional tertentu. Biasanya para climber memilih pagi hingga sore hari untuk memulai aktivitas agar cuaca tidak terlalu terik.
2. Coban Putri Via Ferrata & Canyoning, Kota Batu
Bagi yang ingin mencoba tantangan lebih ekstrem, Coban Putri menawarkan pengalaman climbing dengan sentuhan berbeda. Di sini tersedia paket via ferrata, canyoning, bahkan kombinasi keduanya yang memacu adrenalin. Jalur via ferrata memungkinkan kamu mendaki tebing dengan bantuan jalur besi, sementara canyoning mengajakmu menjelajahi aliran air terjun. Kombinasi keduanya menjadi pengalaman lengkap yang jarang ditemukan di tempat lain.
Harga paketnya bervariasi tergantung pilihan dan hari. Untuk canyoning saja, tarifnya sekitar Rp 125 ribu di weekday dan Rp 115 ribu di weekend per orang. Jika ingin mencoba paket via ferrata sekaligus canyoning, biayanya sekitar Rp 170 ribu di weekday dan Rp 160 ribu di weekend. Ada juga paket lengkap Offroad + Via Ferrata + Canyoning dengan harga sekitar Rp 200 ribu–190 ribu, tergantung jumlah peserta dan hari kunjungan. Lokasinya ada di Oro-Oro Ombo, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur. Jam operasional biasanya mengikuti aktivitas wisata Coban Putri, yakni pagi hingga sore hari.
3. Taga Wall Climbing, Singosari
Taga Wall Climbing di Kecamatan Singosari merupakan salah satu arena panjat tebing yang sering dipakai untuk kegiatan latihan maupun kompetisi. Spot ini didesain lebih modern dengan dinding buatan yang dilengkapi jalur bervariasi, sehingga cocok dijadikan tempat untuk mengasah keterampilan climbing. Banyak komunitas mahasiswa hingga pelajar sering menggunakan arena ini untuk mengadakan latihan rutin.
Sayangnya, hingga kini belum tersedia informasi resmi terkait biaya sewa alat maupun tiket masuk yang terbaru. Untuk memastikan, pengunjung disarankan langsung menghubungi pihak pengelola. Lokasinya berada di Jalan Soponyono No.54, Losari, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65153. Biasanya, arena ini dibuka mengikuti jadwal kegiatan komunitas, sehingga pengunjung perlu menyesuaikan waktu.
4. Alternatif Rock Climbing di Lembah Kera, Kecamatan Tumpang
Selain di Pagak, Lembah Kera di Kecamatan Tumpang juga menjadi pilihan alternatif untuk kegiatan rock climbing. Tempat ini memiliki nuansa alam terbuka dengan jalur panjat yang menantang. Biasanya lokasi ini ramai dikunjungi oleh komunitas pecinta alam atau pendaki yang ingin mencoba variasi jalur berbeda. Karena kondisi alamnya yang alami, pengalaman climbing di sini memberikan sensasi lebih menantang sekaligus menyegarkan.
Untuk keamanan, pengunjung dapat menyewa peralatan dengan tarif sekitar Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu. Lokasinya berada di Desa Kidal, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sama seperti spot climbing lain yang berbasis alam terbuka, jam kunjungan paling aman dilakukan pada pagi hingga sore hari agar aktivitas panjat lebih nyaman. (alf)
Editor : A. Nugroho