MALANG - Kuahnya yang gurih berpadu dengan potongan daging sapi empuk membuat soto daging menjadi pilihan tepat untuk mengawali hari atau sekadar mengisi energi setelah beraktivitas.
Bagi mahasiswa maupun warga sekitar, menikmati semangkuk soto daging bukan hanya soal makan, tetapi juga tentang menemukan rasa hangat di sela padatnya rutinitas. Aroma bumbu rempah yang menggugah selera seringkali menjadi alasan mereka kembali lagi dan lagi ke warung-warung soto langganan.
Berikut beberapa tempat soto daging yang bisa kamu kunjungi saat berada di Lowokwaru:
Rekomendasi Soto Daging di Lowokwaru
1. Soto Daging Pak Slamet
Berlokasi di Jalan MT Haryono, warung ini dikenal dengan kuah bening gurih dan daging sapi yang melimpah. Setiap pagi, tempat ini selalu ramai pembeli, terutama mahasiswa yang mencari sarapan hangat sebelum kuliah. Harga satu porsi pun bersahabat, sekitar Rp 15.000.
2. Soto Daging Bu Wati
Warung sederhana di dekat kawasan Soekarno Hatta ini menawarkan soto daging berkuah kekuningan dengan rasa rempah yang kuat. Dagingnya empuk, dan bisa ditambah perkedel atau tempe goreng sebagai pelengkap. Cocok disantap saat jam makan siang.
3. Soto Daging Cak To
Terletak dekat kampus Universitas Brawijaya, Soto Daging Cak To menjadi favorit anak muda karena porsinya besar dan rasa kuahnya kaya. Tersedia juga sate jeroan sebagai menu tambahan. Tempatnya mungil tapi selalu ramai saat jam makan.
4. Soto Madura Daging Sapi Pak Iwan
Buat penggemar kuah soto yang lebih pekat dan kaya bumbu, warung Pak Iwan di Jalan Mayjen Panjaitan bisa jadi pilihan. Soto Madura-nya terkenal gurih, dengan irisan daging tebal dan taburan bawang goreng melimpah.
Menikmati soto daging di Lowokwaru bukan hanya tentang mengenyangkan perut, tetapi juga menghadirkan suasana hangat di tengah hiruk pikuk kehidupan sehari-hari. Duduk di bangku kayu sederhana, menyeruput kuah panas, dan mengunyah potongan daging empuk bisa menjadi momen kecil yang menyenangkan, apalagi jika dinikmati bersama teman atau keluarga.
Setiap warung soto daging di Lowokwaru memiliki cita rasa khas yang membedakannya satu sama lain. Ada yang mengandalkan kuah bening segar, ada pula yang menawarkan kuah kuning pekat berbumbu. Semuanya punya penggemar setia masing-masing.
Bagi siapa pun yang sedang penat, lelah, atau sekadar lapar, semangkuk soto daging di sudut Lowokwaru bisa menjadi pelipur lara sederhana. Di tengah dinginnya pagi atau padatnya siang, hangatnya kuah soto daging selalu berhasil membawa pulang rasa nyaman dan alasan untuk kembali lagi esok hari. (fie)
Editor : A. Nugroho