Ketan Legendaris di Malang yang Tetap Eksis dan Bikin Rindu
A. Nugroho• Minggu, 21 September 2025 | 19:35 WIB
HANGAT NIKMAT: Inilah Ketan Camilan yang Tetap Eksis Sampai Sekarang di Malang
RADAR MALANG - Kalau bicara soal kuliner Malang, nama ketan pasti tidak bisa dilewatkan begitu saja. Kudapan sederhana berbahan dasar ketan ini ternyata punya tempat spesial di hati banyak orang. Malang memang dikenal punya suasana dingin yang pas banget ditemani makanan hangat, dan ketan jadi salah satu pilihan terbaik. Apalagi ada beberapa tempat legendaris yang sudah puluhan tahun berdiri, selalu ramai oleh pengunjung, dan hingga kini masih eksis meski tren kuliner terus berganti.
Pos Ketan Legenda 1967
Salah satu yang paling legendaris tentu saja Pos Ketan Legenda 1967 yang ada di kawasan Alun-Alun Batu. Meskipun jaraknya sedikit menanjak ke arah Batu, tempat ini selalu jadi tujuan utama wisatawan maupun warga lokal yang ingin merasakan ketan dengan cita rasa klasik. Untuk warga Malang yang sedang malas untuk pergi ke Batu, Ketan Legenda 1967 sudah buka cabang di Malang tepatnya di kawasan Jl. Soekarno Hatta.
Dibuka sejak tahun 1967, pos ketan ini tetap bertahan dengan menu andalannya ketan bubuk, ketan kelapa, hingga ketan susu keju yang manis gurih. Bayangkan duduk di udara dingin Batu sambil menikmati ketan hangat yang pulen, wangi, dan dipadukan topping sederhana tapi nikmat rasanya memang bikin ketagihan. Tidak heran kalau pos ini sering antre panjang, terutama di malam hari.
Ketan Duren Ala Nana
Kalau biasanya ketan hanya disajikan dengan taburan kelapa atau tambahan santan gurih, Ketan Duren Ala Nana hadir dengan konsep yang berbeda. Ketan pulen dibentuk menyerupai mangkuk kecil dengan balutan daun pandan, lalu disiram vla durian kental yang aromanya khas. Begitu suapan pertama masuk, rasa manis legit berpadu dengan gurih dan harum daun pandan langsung terasa di lidah. Cocok banget dinikmati sambil santai sore atau dijadikan buah tangan untuk keluarga. Ketan Duren Ala Nana kini tersedia di kawasan Jl. Soekarno-Hatta
Kalau kamu mencari sensasi ketan dengan nuansa lebih modern, ada juga Susu Ketan Pak Yan bukan cuma soal ketan hangat biasa ada kombinasi “susunya” yang membuat sajian ini terasa spesial di tengah jam malam Batu, terutama buat yang suka nongkrong atau cari spot santai. Menu ketannya cukup variatif ada ketan susu, ketan dengan meses atau keju, dan topping lain seperti bubuk kedelai, pisang, oreo, sehingga bisa disesuaikan selera. View rooftop-nya yang menghadap pegunungan jadi bonus, terutama saat sore atau malam, lampu kota mulai menyala
Tiga nama itu jadi bukti kalau makanan tradisional seperti ketan tidak lekang oleh waktu. Malang memang punya banyak makanan populer, tapi ketan selalu punya ruang khusus karena sederhana, hangat, dan penuh nostalgia.
Jadi, kalau kamu lagi jalan-jalan di Malang atau sekadar ingin mencari teman nongkrong yang bikin perut hangat, jangan lupa mampir ke salah satu tempat ketan legendaris ini. Selain mengenyangkan, rasanya juga bisa jadi pengingat betapa kuliner sederhana mampu bertahan dari zaman ke zaman, bahkan tetap populer di tengah gempuran makanan modern. (mkp)