Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Gak Bikin Bingung Lagi! Ini Perbedaan Kue Pancong dan Kue Rangin yang Sering Dikira Sama

A. Nugroho • Jumat, 26 September 2025 | 22:11 WIB
CAMILAN GURIH: Apakah kamu sering bingung membedakan kue pancong dan kue rangin? Cari tahu perbedaannya
CAMILAN GURIH: Apakah kamu sering bingung membedakan kue pancong dan kue rangin? Cari tahu perbedaannya

RADAR MALANG - Indonesia memang punya banyak banget jajanan tradisional yang legendaris, seperti kue pancong dan kue rangin. Kedua kue ini sama-sama dicetak menggunakan loyang berlekuk bentuk setengah lingkaran dan sering dijual di pasar atau pinggir jalan. 

Apalagi kalau kamu lagi main ke Jakarta dan sekitarnya, dua kue gurih ini pasti gampang banget ditemui. Hal ini karena kedua kue ini memang berasal dari daerah yang sama yakni Betawi.

Namun karena terlampau mirip, banyak orang yang sering salah mengira kue pancong itu sama dengan kue rangin. Bahkan, di beberapa daerah, kue pancong disebut juga gandos (Jawa) atau bandros (Sunda) yang semakin menambah kebingungan. 

Padahal, dua kue kelapa ini punya perbedaan mendasar yang bikin rasanya juga sangat berbeda! Nah, biar kamu gak salah pesan atau salah sebut lagi, yuk kita bongkar tuntas apa saja sih bedanya kue pancong dan kue rangin.

Kue Pancong, Gurih Lembut dari Tepung Beras

Kue pancong memiliki cita rasa yang dominan gurih dan asin karena bahan dasarnya menggunakan tepung beras yang dicampur dengan santan kental dan garam. Penggunaan tepung beras dan santan inilah yang membuat adonannya cenderung lebih mengembang saat dipanggang. 

Hasilnya, pancong memiliki tekstur yang lembut di bagian dalam sementara kulit luarnya renyah. Rasa gurih yang kuat ini kemudian diimbangi dengan taburan gula pasir atau sekarang juga sudah banyak yang berinovasi menggunakan topping modern, membuatnya punya balance rasa yang unik.

Kue Rangin, Kenyal dari Tepung Tapioka

Berbeda dengan pancong, kue rangin menggunakan tepung tapioka atau sagu sebagai bahan utamanya. Adonannya juga dibuat dengan campuran air serta kelapa parut, bukan santan kental seperti kue pancong. Karena hal itu, kue yang dihasilkan juga cenderung lebih tipis, lebih kenyal (chewy), dan lebih kering. Rasa asli rangin sendiri dominan gurih dari kelapa dan garam. Namun ciri khas utamanya adalah saus gula merah kental dan manis legit yang disiramkan di atasnya saat kue disajikan.

Punya Cetakan yang Berbeda

Perbedaan lain yang bisa dikenali antara kedua kue tradisional ini adalah dari segi cetakan dan ukuran kuenya. Kue pancong dicetak menggunakan loyang yang memiliki cekungan lebih dalam dan lebih lebar, sering kali juga menggunakan cetakan yang sama persis dengan kue pukis. Loyang yang dalam ini memungkinkan adonan pancong untuk mengembang secara sempurna, menghasilkan kue yang tebal, bervolume, dan padat. 

Sebaliknya, kue rangin menggunakan loyang khusus yang memiliki cekungan lebih dangkal dan ukurannya sedikit lebih kecil dan pendek. Cetakan yang seperti ini membuat adonan rangin tidak banyak mengembang, sehingga hasil akhirnya berupa kue yang tipis, pipih, dan lebih kering. 

Berbeda Juga dengan Kue Pukis dan Kue Cubit

Banyak juga orang yang tidak bisa membedakan kue pancong, kue rangin, kue pukis, dan kue cubit. Namun keempat “sepupu” ini punya perbedaan mendasar dari bahan dasarnya. Kue pukis dan kue cubit sama-sama menggunakan tepung terigu dan ragi sebagai pengembang utamanya. Keduanya juga tidak menggunakan kelapa seperti pancong dan rangin. 

Tekstur dari kedua kue ini juga lebih mirip roti dengan tekstur empuk, fluffy, dan rasa yang dominan manis. Jadi, meskipun kue pancong dan kue pukis punya cetakan yang serupa, mereka tetap punya ciri khas yang berbeda. Begitu juga dengan kue cubit dan kue rangin. 


Meskipun dicetak di loyang yang mirip dan sama-sama terbuat dari kelapa, kue pancong dan kue rangin punya ciri khas dan tekstur yang jelas berbeda. Sekarang kamu sudah tahu kan rahasianya? Yuk, cicipi dua camilan legendaris ini untuk merasakan gurihnya kekayaan kuliner Nusantara! (kdk)

Editor : A. Nugroho
#kue pancong #kelapa #indonesia #jajanan tradisional #kue rangin