MALANG - Malang tak hanya dikenal dengan wisata alam dan kulinernya yang memikat, tetapi juga memiliki sejumlah destinasi religi yang sarat nilai sejarah dan budaya.
Tempat-tempat ini bukan hanya menjadi lokasi beribadah, melainkan juga menarik untuk dikunjungi wisatawan yang ingin menambah wawasan sekaligus menikmati suasana spiritual yang menenangkan.
Mengunjungi wisata religi di Malang bisa menjadi pengalaman berharga saat liburan.
- Masjid Tiban Turen
Masjid Tiban Turen menjadi salah satu destinasi religi yang banyak menarik perhatian wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Berdiri sejak tahun 1978, masjid ini menampilkan arsitektur megah dengan nuansa khas Timur Tengah yang berpadu dengan ornamen Turki, India, hingga Mesir.
Bangunannya menjulang hingga 10 lantai dengan berbagai fungsi, mulai dari musala, area istirahat, akuarium, hingga kebun binatang mini.
Lokasinya berada di Jalan K.H. Wahid Hasyim, Gang Anggur No. 10, Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.
Masjid ini buka setiap hari selama 24 jam, dan umumnya ramai dikunjungi pada pukul 08.00 atau 13.00 WIB.
- Pesarean Gunung Kawi
Sebagai salah satu tujuan ziarah, Pesarean Gunung Kawi menawarkan suasana religi sekaligus panorama alam yang memukau di kaki Gunung Kawi.
Tempat ini dikenal sebagai lokasi makam para pejuang dari berbagai etnis dan agama, termasuk Ki Ageng Kutu, pengawal pribadi Pangeran Diponegoro.
Selain berziarah, pengunjung juga dapat menelusuri nilai sejarah perjuangan bangsa serta toleransi antar umat beragama.
Fasilitas yang tersedia cukup lengkap mulai dari area parkir, musala, kamar mandi, tempat istirahat, hingga area panjat tebing dan warung makan.
Berlokasi di Jalan Pesarean, Sumbersari, Wonosari, Kabupaten Malang, Pesarean Gunung Kawi buka setiap hari pukul 07.20–21.30 WIB dengan tiket masuk sebesar Rp 3.000.
- Masjid Salman Al Farisi
Masjid yang berdiri sejak tahun 2013 ini dikenal dengan kemegahan arsitekturnya yang menyerupai Taj Mahal di India.
Ciri khasnya terletak pada empat pilar besar serta belasan kubah putih kecil yang mengelilingi kubah utama.
Banyak wisatawan yang singgah untuk sekadar berfoto maupun beribadah, menjadikannya salah satu ikon religi modern di Malang.
Masjid Salman Al Farisi berlokasi di Dusun Karangampel, Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Tempat ibadah ini buka setiap hari selama 24 jam dan dapat dikunjungi kapan saja
- Makam Ki Ageng Gribig
Sebagai salah satu tokoh penyebar Islam di Malang Raya, Ki Ageng Gribig memiliki kompleks makam yang kini menjadi destinasi religi.
Kompleks ini terdiri dari tiga bangunan besar, bangunan pertama menyimpan makam Ki Ageng Gribig beserta istrinya, bangunan kedua yang lebih luas merupakan makam Bupati Malang pertama, Raden Tumenggung Notodiningrat I, bersama 17 kerabatnya, sementara bangunan teras berisi delapan makam kerabat lain.
Lokasinya berada di Jalan Ki Ageng Gribig Gang II, Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.
Area makam ini dapat dikunjungi setiap hari selama 24 jam tanpa dipungut biaya tiket masuk.
Empat destinasi religi di Malang ini menawarkan keindahan arsitektur, nilai sejarah, hingga nuansa spiritual yang kental.
Bagi wisatawan, berkunjung ke tempat-tempat tersebut tak hanya memberi ketenangan batin, tetapi juga memperkaya pengalaman perjalanan.
Jadi, jika berlibur ke Malang, jangan lewatkan kesempatan untuk singgah di wisata religi yang penuh makna ini. (bt)
Editor : A. Nugroho