MALANG – Kabupaten Malang dikenal bukan hanya karena wisata alamnya, tetapi juga karena peninggalan sejarah yang masih lestari hingga kini. Salah satu yang paling terkenal adalah Candi Singosari, yang menyimpan kisah kejayaan Kerajaan Singasari pada abad ke-13.
Candi ini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang ramai dikunjungi, baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Arsitekturnya yang unik memadukan pengaruh Hindu dan Buddha, sekaligus menghadirkan aura spiritual yang kuat. Tak heran, Candi Singosari selalu masuk daftar kunjungan bagi pelajar, peneliti, maupun wisatawan yang datang ke Malang.
Selain fungsi religi, keberadaan candi ini juga menjadi simbol perjalanan panjang sejarah Nusantara. Dibangun untuk menghormati Raja Kertanegara, raja terakhir Kerajaan Singasari, candi ini sekaligus menjadi saksi runtuhnya kerajaan akibat pemberontakan Jayakatwang pada tahun 1292.
Sejarah dan Pembangunan
Candi Singosari diperkirakan dibangun antara tahun 1268 hingga 1292. Tujuannya adalah sebagai tempat pendharmaan Raja Kertanegara setelah wafat. Sayangnya, pembangunan candi ini diduga belum sepenuhnya selesai karena runtuhnya Kerajaan Singasari.
Penemuan dan Pelestarian
Candi Singosari pertama kali dilaporkan pada tahun 1803 oleh pejabat Belanda Nicholaus Engelhard. Beberapa arca bahkan sempat dibawa ke Belanda, sebelum akhirnya dipulangkan kembali ke Indonesia dalam proses repatriasi. Saat ini, Candi Singosari sudah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional sejak 21 Juli 1998.
Lokasi dan Daya Tarik
Candi Singosari terletak di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Dari segi arsitektur, candi ini dihiasi ukiran tumbuhan dan hewan yang mencerminkan perpaduan budaya Hindu-Buddha. Keunikan tersebut membuat Candi Singosari tak hanya menjadi tempat religi, tetapi juga destinasi wisata sejarah yang terus dilestarikan hingga sekarang. (id)
Editor : A. Nugroho