Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

5 Situs Bersejarah di Jawa Timur, Saksi Perjalanan Kehidupan di Masa Kerajaan hingga Kolonial

A. Nugroho • Kamis, 2 Oktober 2025 | 19:46 WIB

 

SITUS: Kunjungi 5 situs bersejarah di Jawa Timur yang bisa memberikan edukasi tentang budaya
SITUS: Kunjungi 5 situs bersejarah di Jawa Timur yang bisa memberikan edukasi tentang budaya

MALANG - Jawa Timur memiliki beragam rahasia yang menyimpan kisah peradaban Nusantara. Dari era kerajaan Hindu-Buddha, puncak Kerajaan Majapahit, hingga babak baru di masa kolonial Belanda, setiap tempat ini bagaikan saksi bisu dari perjalanan manusia. 

Bukti-bukti fisik di masa lalu ini bisa ditemukan dan masih berdiri kokoh di berbagai kota. Mulai dari candi, arca-arca kuno, hingga benteng peninggalan Belanda. Ini merupakan jendela yang membawa kita melihat kehidupan masyarakat Jawa Timur di ratusan bahkan ribuan tahun lalu. 

Tak heran jika Jawa Timur seperti Malang dan sekitarnya menjadi destinasi favorit untuk wisatawan berkunjung. Oleh karena itu, mari jelajahi lima situs bersejarah paling menarik di Jawa Timur!

  1. Situs Peninggalan Trowulan, Mojokerto

Trowulan merupakan daerah yang dipercaya oleh sebagian besar masyarakat sebagai pusat atau ibu kota Kerajaan Majapahit. Hal ini karena Trowulan adalah kawasan arkeologi terbesar di Indonesia dengan menyimpan peninggalan kejayaan Majapahit. 

Candi Tikus salah satunya, candi ini diduga merupakan petirtaan suci dari para raja dan bangsawan di masa lampau. Sementara, Candi Bajang Ratu dianggap sebagai gerbang peninggalan Kerajaan Majapahit. Gerbang ini sendiri berfungsi sebagai pintu masuk ke suatu kompleks bangunan suci tempat pemujaan arwah Raja Jayanegara, raja kedua Kerajaan Majapahit. 

Selain itu, untuk melihat secara langsung ribuan artefak lain yang ditemukan di kawasan ini, kamu bisa berkunjung ke Museum Trowulan. Di sini tersimpan koleksi-koleksi penting seperti terakota, keramik, hingga perhiasan. Museum ini memberikan gambaran nyata tentang kehidupan masyarakat Majapahit kala itu.

  1. Benteng Van den Bosch, Ngawi

Beranjak ke masa kolonial, kamu bisa berkunjung ke Benteng Van den Bosch di Ngawi. Benteng ini sering disebut juga dengan Benteng Pendem atau benteng yang terpendam. Hal ini karena letaknya yang lebih rendah dari kompleks tanah di sekitarnya.

Benteng ini dibangun oleh pemerintah Belanda pada abad ke-19 sebagai pusat pertahanan dan militer Belanda. Letaknya juga strategis karena berada di pertemuan Sungai Bengawan Solo dan Sungai Madiun yang merupakan jalur lalu lintas pada masa itu. 

Saat ini, di dalam benteng terdapat makam K.H Muhammad Nursalim. Beliau adalah salah satu pengikut Pangeran Diponegoro yang ditangkap oleh Belanda. Menurut sejarah, beliau dibawa ke benteng ini dan dikubur hidup-hidup. Oleh sebab itu, Benteng Van den Bosch saat ini digunakan untuk mengenang jasa dan peran beliau dalam melawan penjajahan Belanda. 

  1. Candi Penataran, Blitar

Terletak di Blitar, Candi Penataran merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Jawa Timur. Kompleks candi ini sendiri konon dibangun secara bertahap dan telah digunakan mulai dari era Kerajaan Kediri hingga Majapahit. Karena itu, candi ini memiliki arsitektur yang beragam.

Candi ini dipercaya sebagai Candi Palah yang disebutkan dalam Kitab Negarakertagama dan berfungsi sebagai tempat upacara keagamaan. Diduga juga sebagai tempat pendharmaan atau memuliakan tokoh raja-raja yang telah wafat. Saat ini, Candi Penataran masih digunakan sebagai tempat ritual keagamaan sekaligus objek wisata edukasi bersejarah. 

  1. Museum Mpu Tantular, Sidoarjo

Museum Mpu Tantular di Sidoarjo merupakan museum yang menyimpang koleksi yang beragam. Nama museum ini diambil dari nama seorang pujangga besar dan ternama di era Kerajaan Majapahit, yakni Mpu Tantular. Beliau terkenal dengan karya sastranya, termasuk salah satu yang paling terkenal yakni Kakawin Sutasoma yang memuat semboyan Bhinneka Tunggal Ika. 

Museum ini menyimpan ribuan koleksi dari berbagai era, mulai dari arkeologi, geologi, etnografi, hingga seni rupa. Beberapa koleksi ini berasal dari zaman prasejarah, kerajaan Hindu-Buddha, kerajaan Islam, kolonial, hingga zaman modern. Karenanya, Museum Mpu Tantular memiliki peran penting sebagai tempat pelestarian dan edukasi masyarakat tentang kekayaan budaya dan sejarah Jawa Timur. 

  1. Museum Mpu Purwa, Malang

Bagi kamu yang sedang berada di Malang, Museum Mpu Purwa adalah salah satu destinasi bersejarah yang mudah dijangkau dan wajib menjadi opsi wisatamu. Museum ini berfokus pada peninggalan masa klasik Jawa Timur, khususnya di era Kerajaan Singasari. 

Koleksi utamanya seperti arca-arca kuno yang ditemukan di sekitar wilayah Malang, prasasti, makara, lingga, dan artefak purbakala lainnya. Terdapat juga koleksi di lantai dua yang berfokus pada kisah Ken Arok, tokoh penting dari Kerajaan Tumapel atau dikenal juga dengan Kerajaan Singasari. Tak hanya peninggalan Kerajaan Singasari, museum ini menyimpan sekitar ratusan artefak warisan mulai dari Kerajaan Kanjuruhan, Mataram Kuno, Kediri, dan Majapahit. 


Berkunjung ke Jawa Timur tentu akan lebih lengkap dengan mempelajari kisah di balik peradabannya. Jadi, yuk segera berkunjung ke beberapa situs bersejarah di sini. (kdk)

Editor : A. Nugroho
#bersejarah #situs #kerajaan #kolonial #jawa timur