RADAR MALANG - Banyuwangi tidak hanya memikat lewat panorama alamnya yang indah, tetapi juga lewat kekayaan kulinernya yang unik dan menggugah selera.
Setiap sajian khas daerah ini punya cita rasa otentik yang sulit ditemukan di tempat lain. Bahkan, sekali saja mencicipinya, kamu pasti akan terkesan dan ingin kembali menikmatinya.
Nah, inilah tiga makanan khas Banyuwangi yang wajib kamu cobain sekali saja, dijamin tidak akan rugi.
- Sego Cawuk
Sego cawuk atau nasi cawuk merupakan salah satu kuliner khas Banyuwangi yang kaya akan nutrisi, mulai dari protein hingga serat, sehingga cocok dijadikan menu sarapan.
Dalam satu porsi, terdapat nasi dengan kuah segar gurih, potongan tahu, serta telur rebus yang disiram kuah berwarna kecokelatan bercita rasa asin gurih dengan sedikit sentuhan manis.
Ada pula lauk tambahan berupa ikan sambal tomat, daun semanggi yang menyegarkan, serta parutan kelapa berbumbu mirip urap dengan rasa pedas ringan.
Salah satu tempat legendaris untuk mencicipinya adalah Sego Cawuk Bu Sri yang sudah berdiri sejak 1991.
Dengan harga terjangkau sekitar Rp 10.000 per porsi, pengunjung bisa menikmatinya mulai pukul 05.30–11.00 WIB, pas untuk mengawali hari dengan hidangan bergizi dan lezat.
- Ayam Kesrut
Kuliner berikutnya adalah ayam kesrut, hidangan berkuah bening tanpa santan yang dimasak dengan cabai rawit dan cabai besar, lalu dipadukan dengan daging ayam atau sapi.
Nama “kesrut” sendiri berasal dari kebiasaan penikmat makanan pedas yang sering kali menahan ingus atau bersuara kesrat-kesrut saat menikmatinya.
Hidangan ini juga dikenal dengan nama lain uyah asem karena kuahnya memiliki cita rasa asin segar dengan sedikit asam.
Ayam kesrut bisa dicoba di Warung Kanggo Riko yang berlokasi di Karang Sari, Segobang, Licin.
Tempat ini buka setiap hari pukul 08.00–17.30 WIB, dengan harga sekitar Rp 10.000–Rp 15.000 per porsi.
Ada juga pilihan paket hemat untuk 2–3 orang, sehingga cocok disantap bersama keluarga atau teman.
- Botok Tawon
Botok tawon merupakan sajian unik khas Banyuwangi karena menggunakan bahan utama sarang tawon muda.
Sarang tersebut dimasak dengan bumbu sederhana seperti bawang merah, bawang putih, cabai, dan tomat, lalu dibungkus daun pisang sebelum dikukus.
Setelah matang, aromanya menyerupai pepes yang harum dan menggugah selera. Biasanya, botok tawon disajikan bersama nasi putih hangat, kerupuk, serta lauk pelengkap lainnya.
Saat disantap, kuliner ini memberikan sensasi berbeda tekstur kasar dari larva tawon berpadu dengan lembutnya kelapa yang hancur, menciptakan rasa unik dan tak terlupakan.
Tidak heran, botok tawon menjadi salah satu kuliner ikonik yang membedakan Banyuwangi dengan daerah lain.
Menikmati makanan khas Banyuwangi bukan hanya soal mengisi perut, tetapi juga cara mengenal lebih dalam budaya dan tradisi masyarakat setempat.
Dari racikan bumbu, cara penyajian, hingga suasana warungnya, semua menyimpan cerita yang menarik untuk diingat.
Jadi, kalau kamu berkesempatan singgah ke Banyuwangi, jangan ragu untuk mencicipi tiga kuliner khas ini. Sekali mencoba, rasanya akan sulit dilupakan! (bt)
Editor : A. Nugroho