MALANG - Malang Raya tidak hanya memikat lewat alam pegunungannya, tetapi juga menyimpan warisan sejarah yang memesona lewat candi-candi kuno. Dua candi berikut adalah pilihan tepat bagi kamu yang suka wisata sejarah, budaya, dan arsitektur.
1. Candi Singosari (Candi Singhasari)
Candi ini terletak di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, sekitar 10-12 km ke arah utara dari pusat kota Malang. Berdiri pada awal abad ke-14, candi ini didirikan sebagai candi pemakaman untuk Raja Kertanegara, raja terakhir dari Kerajaan Singhasari. Struktur bangunan menggunakan batu andesit dengan relief dan ukiran yang khas, mencerminkan perpaduan budaya Hindu-Buddha.
Lingkungannya berada di lembah yang asri, dengan pemandangan pegunungan Tengger dan Gunung Arjuna di latar belakang, yang menambah nuansa religius dan estetis situs ini. Pengunjung bisa merasakan suasana sunyi saat pagi hari, melihat relief dewa dan arca, serta membaca informasi tentang sejarah kerajaan yang sangat kuat pengaruhnya di Jawa Timur.
2. Candi Jago
Candi Jago (atau disebut juga Candi Tumpang) berada di Dusun Jago, Desa Tumpang, Kabupaten Malang, sekitar 22 km arah timur dari Kota Malang. Pembangunannya dimulai pada tahun 1268 Masehi atas perintah Raja Kertanegara untuk menghormati ayahandanya, Raja Wisnuwardhana, yang mangkat pada tahun tersebut.
Candi ini unik karena memiliki tiga teras bertingkat, dengan selasar di tiap teras untuk mengelilingi bangunan. Reliefnya bernuansa Hindu-Buddha, menampilkan cerita-cerita seperti Kunjarakarna, Pancatantra, hingga kisah-kisah wayang dan mitologi Hindu. Meskipun sebagian atasnya sudah tidak utuh, keindahan arsitektur dan nilai sejarahnya tetap terasa kuat. Ada upaya pemugaran sejak beberapa tahun terakhir agar kondisi candi tetap lestari.
Kalau liburanmu selanjutnya ke Malang dan kamu ingin sedikit menyelami masa lampau sambil menikmati udara pegunungan, pastikan Candi Singosari dan Candi Jago tercantum dalam jadwalmu. Keduanya bukan hanya benda purbakala, tapi saksi bisu dari zaman kerajaan yang agung. (cj)
Editor : A. Nugroho