MALANG- Di tengah hiruk pikuk kota Malang yang dingin dan sibuk, segelas matcha hangat sering kali jadi cara terbaik untuk menenangkan diri. Bukan sekadar tren minuman hijau estetik, matcha kini hadir dalam versi yang lebih serius, yakni ceremonial grade. Dengan aroma yang khas, tekstur lembut, dan rasa earthy yang menenangkan, matcha kini menjadi simbol ketenangan dan apresiasi rasa yang lebih dalam.
Beberapa kafe di Malang bahkan sudah mulai menyajikan matcha menggunakan bubuk ceremonial dari Jepang, memberikan pengalaman minum teh yang lebih autentik. Tak hanya rasanya yang premium, suasana kafe dan cara penyajiannya pun membuat pengunjung merasa seolah sedang mengikuti upacara teh khas Jepang.
Berikut tiga tempat di Malang yang menghadirkan pengalaman matcha terbaik untuk kamu yang ingin menyeruput ketenangan dengan penuh makna.
- Brokenside Coffee & Service
Berlokasi di Jalan Simpang Borobudur No. 14, Brokenside Coffee & Service menghadirkan suasana tenang dengan aroma kopi dan teh yang menyatu sempurna. Menu andalan mereka, Uji Matcha Latte, dibanderol sekitar Rp 20 ribu rupiah. Bubuk matchanya didatangkan langsung dari Jepang dan dipadukan dengan susu Oat Milk, menghasilkan rasa kacang yang lembut tapi tetap khas matcha.
Tempat ini cocok buat kamu yang ingin menikmati sore santai dengan suasana minimalis dan homey. Saat matcha disajikan, warna hijaunya yang lembut berpadu dengan aroma kacang yang menenangkan, membuat pengalaman menyeruputnya jadi menyenangkan. Tak heran, Brokenside jadi pilihan banyak mahasiswa dan pekerja kreatif yang mencari tempat nyaman untuk bekerja sambil menikmati cita rasa matcha premium.
- Titik Koma
Titik Koma dikenal punya beberapa cabang di Malang, dan masing-masing menawarkan sensasi matcha yang unik. Di sini, kamu bisa menemukan berbagai menu minuman berbasis matcha seperti Zen Matcha Latte, Zero Matcha Latte, hingga Zero Usucha. Semuanya dibuat dengan bubuk matcha berkualitas tinggi dari Jepang, seperti Asanoka, Okumidori, Ajisai, Akimidori, hingga Tsuyuhikari.
Salah satu menu yang paling menarik adalah Zero Matcha Latte No Sugar, menggunakan Yobukitha matcha dengan karakter vegetal umami yang lembut, creamy, dan ada sedikit sentuhan pistachio. Minuman ini dirancang untuk mereka yang ingin menikmati keaslian rasa matcha tanpa tambahan gula. Suasananya yang tenang dan modern membuat Titik Koma jadi spot favorit para penikmat teh hijau sejati yang ingin mencicipi berbagai varian matcha secara serius.
- Alura Coffee 2.0
Jika kamu ingin pengalaman matcha paling personal dan mendalam, Alura Coffee 2.0 di Jalan Kaluta No. 1 adalah destinasi yang tak boleh dilewatkan. Di sini, pengunjung bisa mencoba ceremonial matcha tasting experience layaknya omakase. Barista-nya tidak hanya menyajikan minuman, tapi juga menjelaskan proses dan perbedaan tiap jenis matcha yang digunakan.
Kamu bisa mencoba tiga jenis minuman, mulai dari Usucha (matcha tanpa susu), matcha dengan susu, hingga versi paling unik yaitu campuran matcha dengan cranberry, earl grey, dan sedikit kecap asin, kombinasi tak terduga yang justru menghadirkan rasa luar biasa. Matcha yang digunakan adalah grade premium Aoji, disajikan tanpa gula agar rasa aslinya tetap dominan. Selain minuman, pengunjung juga mendapat mochi matcha sebagai penutup manis. Meskipun meja di sini terbatas dan belum bisa order online, pengalaman hangat serta keramahan baristanya membuat siapa pun ingin kembali.
Bagi para pencinta matcha, Malang kini bukan sekadar kota dingin dengan banyak kafe estetik. Di balik setiap cangkir hijau yang diseduh, tersimpan filosofi tentang ketenangan dan keaslian rasa. Ketiga tempat di atas, Brokenside Coffee & Service, Titik Koma, dan Alura Coffee 2.0, masing-masing menawarkan pengalaman unik yang tak hanya memanjakan lidah, tapi juga menenangkan pikiran.
Baik kamu penikmat matcha pemula maupun penggemar berat teh Jepang, Malang punya ruang untuk setiap selera. Dari rasa kacang lembut khas Brokenside, eksperimen varian matcha di Titik Koma., hingga ritual omakase penuh pengalaman di Alura, semua siap membawa kamu menikmati sisi lain dari the art of matcha. (fr)
Editor : A. Nugroho