MALANG – Lagu dengan lirik “ada satu tempatnya benar-benar suantai sayang” sempat viral dan melekat di telinga banyak orang, terutama kalangan muda. Di balik nada yang ringan dan lirik yang menenangkan, ternyata lagu tersebut terinspirasi dari suasana santai di Kota Malang. Salah satu lokasi yang menjadi ikon dalam lagu itu adalah mural bertuliskan Suantai Sayang yang berada di kawasan Seicori Kayutangan, jantung dari kawasan heritage yang kini menjadi pusat nongkrong baru bagi anak muda Malang.
Kawasan Kayutangan Heritage memang dikenal sebagai tempat yang menyimpan pesona klasik berpadu dengan nuansa modern. Di sepanjang jalannya, pengunjung bisa menemukan bangunan tua peninggalan era kolonial, yang kini disulap menjadi kafe, galeri seni, dan toko souvenir. Tak heran, suasana di sini kerap menjadi inspirasi bagi seniman lokal, termasuk pembuat lagu “Suantai Sayang” yang menangkap atmosfer santai khas Malang dalam bait lagunya.
Salah satu tempat yang paling identik dengan lagu ini adalah Seicori Coffee, yang terletak di Kayutangan. Kafe ini buka mulai pukul 07.00 hingga 22.00 WIB, dan menjadi pilihan utama bagi para penikmat kopi pagi di Malang. Tempatnya cukup luas dengan interior kayu dan sentuhan estetika minimalis. Dari luar, pengunjung langsung bisa melihat mural besar bertuliskan Suantai Sayang yang menjadi spot foto favorit. Suasana di Seicori benar-benar menggambarkan gaya hidup santai warga Malang tenang, ramah, dan penuh kehangatan.
Bagi kamu yang suka memulai hari dengan sarapan ringan sambil ngopi, Seicori punya banyak pilihan. Menu yang ditawarkan cukup bervariasi, mulai dari roti panggang, croissant, hingga pastry lembut yang cocok disandingkan dengan kopi hitam khas mereka. Sambil menyeruput kopi di pagi hari, kamu bisa menikmati lalu lintas santai di kawasan Kayutangan Heritage yang dipenuhi wisatawan dan warga lokal yang berjalan kaki menikmati udara sejuk Malang.
Tak jauh dari Seicori, ada juga Pengyu Kopitiam, salah satu tempat kuliner yang juga menjadi bagian dari lokasi syuting video klip lagu Suantai Sayang. Kafe ini mengusung konsep kopitiam ala Malaysia-Singapura, namun dengan sentuhan khas Indonesia. Pengyu Kopitiam buka mulai 07.00 hingga 22.00 WIB, menjadikannya tempat yang pas untuk sarapan atau nongkrong sore. Menu andalannya adalah wonton, sejenis pangsit isi daging ayam yang disajikan dengan kuah gurih. Selain itu, ada juga nasi hainam, roti kaya, hingga es kopi susu dengan cita rasa yang tidak kalah nikmat.
Bagi kamu yang lebih suka menu berat untuk sarapan, bisa mencoba Duk Duk 517, tempat makan yang terkenal dengan sajian nasi goreng dan nasi ayamnya. Lokasinya tak jauh dari kawasan Kayutangan, dan buka sejak 06.30 pagi hingga 22.00 malam. Nasi gorengnya dikenal dengan aroma yang khas, bumbu yang kuat, serta porsi yang cukup besar. Duk Duk 517 sering menjadi pilihan pekerja kantoran atau mahasiswa yang mencari sarapan cepat namun mengenyangkan sebelum beraktivitas.
Setelah puas menikmati kopi dan sarapan, tak ada salahnya melanjutkan jalan-jalan kecil di sekitar Kayutangan Heritage. Dari Seicori, kamu bisa berjalan menuju Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang baru direnovasi, lalu melanjutkan ke gang-gang kecil di area perumahan tua yang masih mempertahankan arsitektur tempo dulu. Area ini sering menjadi lokasi foto prewedding, video klip, hingga konten media sosial karena keindahan suasananya yang khas dan fotogenik.
Bagi warga Malang, Kayutangan bukan sekadar tempat nongkrong, tapi juga ruang untuk menikmati gaya hidup “suantai” yang menjadi bagian dari karakter kota ini. Tak sedikit pula komunitas lokal yang kerap mengadakan kegiatan seperti morning ride, car free day, atau coffee run di sekitar kawasan ini. Semua kegiatan itu memperkuat citra Kayutangan sebagai ruang publik yang hidup dan selalu penuh cerita.
Lagu “Suantai Sayang” pada akhirnya bukan hanya sekadar lagu viral, tetapi juga representasi dari kehidupan sehari-hari masyarakat Malang yang santai, ramah, dan menikmati hidup dengan sederhana. Dari Seicori hingga Pengyu Kopitiam, dari Duk Duk 517 hingga gang-gang kecil Kayutangan, semua menyatu dalam satu suasana: hangat, damai, dan penuh kenangan. Jadi, kalau kamu berkunjung ke Malang, jangan lupa mampir ke kawasan ini di pagi hari. Nikmati kopi hangat, sarapan ringan, dan suasana yang membuatmu benar-benar merasa “suantai sayang.” (id)
Editor : A. Nugroho