MALANG – Bagi pencinta kuliner pedas nan gurih, Ayam Bakar Taliwang selalu punya tempat istimewa di hati. Bumbu khas Lombok yang meresap hingga ke tulang, sambal plecing segar, dan aroma ayam bakar yang menguar hangat membuat menu satu ini begitu menggoda. Di Malang, ada beberapa tempat yang sukses menghadirkan rasa otentik Taliwang, lengkap dengan pengalaman makan yang bikin nagih. Yuk, jelajahi dua di antaranya yang paling populer!
- Ayam Bakar Taliwang Sasak Tulen
Alamat: Jl. Purwantoro, Blimbing, Kota Malang
Begitu melangkah ke dalam, aroma rempah dan asap panggangan langsung menyambut. Tempatnya sederhana tapi nyaman didominasi meja kayu panjang dan hiasan anyaman bambu khas Lombok yang menambah suasana hangat.
Menu andalan di sini tentu Ayam Bakar Taliwang Sasak Tulen. Ayamnya dibakar dengan arang hingga kulitnya garing kecokelatan, sementara dagingnya tetap lembut. Bumbunya meresap sempurna, perpaduan antara pedas, manis, dan gurih yang menggugah selera. Setiap gigitan makin nikmat saat dipadukan dengan sambal plecing kangkung yang segar dan sambal terasi khas Lombok.
Uniknya, pelanggan bisa memilih tingkat kepedasan sendiri. Bagi yang tak tahan pedas, ada juga varian Taliwang Madu yang rasanya lebih manis dan lembut di lidah. Pengalaman makan di sini terasa seperti “liburan kuliner” ke Lombok tanpa harus meninggalkan Malang.
- Ayam Bakar Taliwang Abang Faris
Alamat: Jl. Timbangjaya No. 31, Slorok, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang
Sedikit ke arah selatan Malang, ada tempat lain yang tak kalah tenar Ayam Bakar Taliwang Abang Faris. Tempat ini terkenal di kalangan warga lokal karena rasa pedasnya yang “nendang” tapi tetap nikmat.
Suasananya lebih santai, cocok untuk makan bareng keluarga atau nongkrong sore. Dapur terbuka membuat pengunjung bisa melihat langsung proses ayam dibakar di atas bara arang. Aroma smoky-nya menggoda, membuat siapa pun sulit menahan lapar.
Menu favoritnya adalah Ayam Bakar Taliwang Pedas Original. Daging ayam kampung yang empuk dibalut bumbu taliwang kental dengan minyak cabai merah yang melimpah. Saat disantap hangat bersama nasi putih dan irisan mentimun segar, rasanya benar-benar sempurna. Tak heran banyak pembeli yang rela antre, terutama di jam makan siang dan akhir pekan.
Bagi para pecinta kuliner pedas dan pencari cita rasa otentik Nusantara, dua tempat ini wajib masuk daftar kulineran di Malang. Karena di balik kepulan asap arang dan tetesan sambal pedasnya, ada kenikmatan yang membuat siapa pun ingin kembali lagi. (mkp)