MALANG - Bagi para pecinta alam, Malang memang tidak hanya tentang kuliner dan wisata kota. Di balik kesejukan udaranya, deretan gunung yang mengelilingi wilayah ini menawarkan pesona luar biasa untuk dijelajahi. Kabar baiknya, tak semua gunung di Malang memerlukan stamina super atau pengalaman mendaki bertahun-tahun. Ada beberapa gunung yang ramah untuk pemula, dengan jalur landai, pemandangan indah, dan suasana alam yang menenangkan pas untuk pendaki yang baru ingin memulai petualangan ke puncak.
Gunung Panderman
Salah satu pilihan terbaik adalah Gunung Panderman, yang terletak di Kecamatan Batu, tepat di belakang kawasan Selecta. Gunung ini sering dijuluki sebagai “gunung latihan” karena medannya cukup mudah diikuti, bahkan untuk pendaki pertama kali. Jalurnya sudah tertata dengan baik dan memiliki pos-pos yang jelas.
Pendakian biasanya dimulai dari Dusun Toyomerto, Pesanggrahan, dengan waktu tempuh sekitar 2–3 jam menuju puncak. Sepanjang perjalanan, kamu akan disuguhi pemandangan kota Batu dari kejauhan, kebun sayur milik warga, dan udara yang sejuk tanpa terlalu ekstrem. Saat sampai di puncak, panorama sunrise dari atas sana benar-benar memukau langit berwarna oranye berpadu dengan siluet Gunung Arjuno dan Welirang di kejauhan. Momen itu sering jadi titik awal kecintaan seseorang terhadap dunia pendakian.
Gunung Banyak
Pilihan kedua yang tak kalah menarik adalah Gunung Banyak, yang masih berada di kawasan Batu. Meskipun lebih dikenal sebagai tempat olahraga paralayang, gunung ini juga bisa dijelajahi dengan berjalan kaki. Jalurnya landai dan bersahabat, bahkan cocok untuk anak muda yang baru belajar hiking ringan.
Di sepanjang jalan, kamu bisa melihat hamparan hutan pinus dan spot-spot foto yang estetik. Dari puncak, pemandangan Kota Batu di malam hari benar-benar memesona dengan taburan lampu yang menyerupai bintang. Banyak pengunjung memilih datang sore hari, mendaki perlahan, lalu menunggu senja sambil menyeruput kopi hangat di warung sekitar. Sensasi tenangnya sulit tergantikan.
Gunung Kawi
Bagi yang ingin sedikit tantangan namun tetap ramah pemula, Gunung Kawi bisa jadi pilihan berikutnya. Jalurnya memang sedikit lebih panjang dibanding Panderman, tapi tetap aman untuk pendaki baru asal tidak terburu-buru. Pendakian biasanya dimulai dari Desa Wonosari, Ngajum, atau dari Desa Pesarean, dengan waktu tempuh sekitar 4–5 jam.
Gunung Kawi juga dikenal dengan aura spiritualnya, karena banyak peziarah datang untuk berdoa di area pesarean. Namun bagi pendaki, keunikan itu justru menambah pengalaman perpaduan antara petualangan fisik dan perjalanan batin. Udaranya lembab dan segar, hutan di sekitar jalur terasa menenangkan, dan begitu sampai di puncak, pemandangan lembah hijau yang luas langsung membuat semua lelah terbayar.
Jadi, jika kamu baru ingin mencoba mendaki, jangan takut untuk memulai. Siapkan sepatu yang nyaman, air minum secukupnya, dan semangat yang besar. Di Malang, puncak pertama bukan sekadar tujuan, tapi awal dari banyak kisah petualangan yang menunggu kamu jelajahi. (mkp)