Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

3 Kafe di Malang yang Bisa Sambil Baca Buku, Tempat Tenang untuk Nugas dan Ngopi

A. Nugroho • Selasa, 14 Oktober 2025 | 21:00 WIB
SUASANA TENANG: Pengunjung asyik membaca buku sambil menikmati kopi di salah satu kafe bernuansa minimalis di Malang. Tempat ini jadi pilihan favorit mahasiswa untuk mengerjakan tugas dengan nyaman.
SUASANA TENANG: Pengunjung asyik membaca buku sambil menikmati kopi di salah satu kafe bernuansa minimalis di Malang. Tempat ini jadi pilihan favorit mahasiswa untuk mengerjakan tugas dengan nyaman.

 

MALANG – Di tengah hiruk-pikuk aktivitas kuliah dan pekerjaan, banyak mahasiswa di Malang mencari tempat yang tenang untuk rehat sejenak. Tak sekadar kafe biasa, kini hadir sejumlah tempat ngopi yang sekaligus menghadirkan suasana literasi di mana aroma kopi berpadu dengan tumpukan buku dan percakapan yang bermakna.

Kafe-kafe ini bukan hanya menawarkan racikan kopi yang nikmat, tapi juga ruang untuk membaca, berdiskusi, atau sekadar menenangkan pikiran dari padatnya rutinitas. Tak heran, banyak mahasiswa dan pekerja kreatif menjadikannya sebagai tempat singgah favorit di akhir pekan.

Mulai dari kafe dengan konsep perpustakaan modern hingga ruang budaya bersejarah yang menjadi wadah komunitas literasi, berikut tiga kafe di Malang yang cocok untuk kamu yang ingin ngopi sambil membaca buku.

1. De Historien Koffie – Kafe Perpustakaan dengan Sentuhan Vintage

Cafe De Historien Koffie merupakan kafe yang memadukan aroma kopi dan suasana literasi dengan apik. Terletak di Ruko Malang Trade Centre, Jalan Raden Panji Suroso No. 12A Kav.10, Polowijen, Kecamatan Blimbing, kafe ini buka setiap hari pukul 09.00 – 21.00 WIB.

De Historien Koffie hadir sebagai kafe perpustakaan yang tenang dan hangat. Dikelilingi rak berisi beragam buku, tempat ini cocok bagi siapa pun yang ingin bekerja, membaca, atau sekadar menikmati waktu santai. Pengunjung bisa membaca di tempat atau meminjam buku untuk dibawa pulang.

Selain suasananya yang vintage dengan bangunan rumah tua bergaya kolonial, De Historien Koffie juga dikenal dengan menu andalannya: perpaduan kopi berkualitas tinggi dan donat homemade yang selalu segar. Pendiri kafe ini, Stefanus Azwar, mengusung filosofi sederhana: menciptakan ruang yang memberdayakan. Ia ingin menjadikan kafe ini bukan sekadar tempat nongkrong, tapi ruang sosial yang ramah bagi semua kalangan mulai dari pelajar, pekerja, hingga komunitas pecinta buku di Malang.

2. Rumah Budaya Ratna – Kafe dan Ruang Literasi Peninggalan Tokoh Sastra

Rumah Budaya Ratna (RBR) menjadi bukti bahwa literasi dan seni bisa hidup berdampingan dalam satu ruang yang hangat. Sejak diresmikan pada 24 Agustus 2024, tempat ini menjadi wadah berbagai kegiatan budaya di Kota Malang mulai dari bedah buku, latihan teater, hingga diskusi sastra.

Berlokasi di Jalan Diponegoro, kafe ini dibangun di rumah mendiang sastrawan Ratna Indraswari Ibrahim. Kini, adiknya, Benny Ibrahim, melanjutkan semangat sang kakak dengan membuka RBR sebagai kafe sekaligus pustaka. Di ruang belakang yang kini menjadi ruang baca, masih tergantung foto - foto dan rak buku peninggalan Ratna, menambah nuansa historis yang kuat.

Selain menjadi tempat ngopi, RBR juga berfungsi sebagai ruang komunitas yang terbuka untuk siapa saja tanpa memandang latar belakang. Banyak pelajar, seniman, dan penulis muda yang menjadikan RBR sebagai tempat berkegiatan dan bertukar ide. 

3. PERPUS Cafe – Book Cafe Modern dengan Diskusi Buku Rutin

Berlokasi di Jalan Sulfat Agung I Nomor 1, Purwantoro, Kecamatan Blimbing, PERPUS Cafe menjadi salah satu kafe literasi terbaru di Malang. Meski baru berdiri setahun, tempat ini sudah mendapat rating sempurna di Google Review berkat suasana yang nyaman dan konsepnya yang unik.

PERPUS Cafe menghadirkan ruang baca yang luas dengan pencahayaan lembut dan aroma kopi yang menenangkan. Tak hanya cocok untuk nugas dan membaca santai, tempat ini juga rutin mengadakan diskusi buku dengan menghadirkan pembicara kredibel dari berbagai latar belakang.

Konsep kafe ini menggabungkan gaya modern minimalis dengan semangat berbagi pengetahuan. Pengunjung bisa menikmati menu ringan dan kopi hangat sambil mengikuti obrolan seputar literasi, budaya, atau isu sosial yang dikemas santai. Bagi mahasiswa yang mencari tempat produktif namun tetap hangat, PERPUS Cafe jadi pilihan tepat di jantung kawasan Blimbing.

Tiga kafe ini membuktikan bahwa Malang bukan hanya kota dengan segudang tempat estetik, tapi juga ruang hidup bagi literasi dan komunitas. Di tengah secangkir kopi dan halaman buku, para pengunjung menemukan ketenangan dan inspirasi baru sebuah pengalaman khas yang tak sekadar tentang ngopi, tapi juga tentang tumbuh dan berpikir bersama. (id)

Editor : A. Nugroho
#kafe #Buku #malang