MALANG - Akhir pekan sering kali menjadi waktu yang tepat untuk menikmati hidangan istimewa bersama keluarga atau teman. Di antara beragam kuliner khas Malang, sate kelinci menjadi salah satu menu yang paling menarik untuk dicoba. Dikenal sebagai makanan khas dataran tinggi seperti Batu dan Pujon, sajian ini tidak hanya lezat, tetapi juga memiliki cita rasa unik yang sulit ditemukan pada jenis sate lainnya. Aroma daging yang dibakar di atas arang berpadu dengan bumbu kacang gurih menciptakan sensasi rasa yang hangat, cocok dinikmati di udara sejuk pegunungan.
Sate Kelinci Pak Sholeh
Bagi yang mencari tempat lebih modern, Sate Kelinci Pak Sholeh di Jl. Raya Pujon No.30, Pujon, Kabupaten Malang, bisa menjadi pilihan. Tempatnya lebih luas dengan area parkir memadai, cocok untuk rombongan besar. Konsep warungnya semi terbuka dengan pemandangan sawah dan perbukitan di sekelilingnya.
Selain sate kelinci, tersedia juga menu pendamping seperti sop kelinci dan nasi goreng kelinci yang tak kalah menggugah selera. Pengunjung bisa melihat langsung proses pembakaran sate di area dapur terbuka, menambah kesan otentik pada pengalaman kuliner. Daging sate terasa lebih beraroma dengan bumbu yang meresap sempurna hingga ke dalam, sementara sambal kecapnya menambah sensasi pedas yang pas di lidah.
Warung Sate Kelinci Batu
Salah satu tempat yang paling populer untuk menikmati sate kelinci adalah Warung Sate Kelinci Batu, yang berlokasi di Jl. Pattimura No.126, Temas, Kota Batu. Lokasinya cukup mudah ditemukan karena berada di jalur utama menuju Alun-Alun Batu, tepat di seberang Hotel Kartika Wijaya. Tempat ini hampir selalu ramai setiap akhir pekan.
Pengunjung biasanya datang bersama keluarga untuk menikmati suasana hangat khas rumah makan tradisional dengan meja kayu panjang dan aroma daging bakar yang menggoda sejak pertama kali memasuki area. Menu andalan di sini tentu saja sate kelinci, disajikan dengan bumbu kacang kental dan taburan bawang goreng di atasnya. Tekstur dagingnya lembut dan tidak berbau amis, hasil dari proses marinasi dengan bumbu rempah sebelum dibakar. Sate ini paling nikmat disantap saat masih panas, terutama jika dipadukan dengan lontong dan segelas teh hangat.
Warung Sate Kelinci Pak Slamet
Selain di Batu, tempat lain yang tak kalah terkenal adalah Warung Sate Kelinci Pak Slamet, yang berada di Jl. Raya Selecta No.12, Bumiaji, Kota Batu. Warung ini sudah berdiri puluhan tahun dan menjadi langganan wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata Selecta. Suasana rumah makannya sederhana namun nyaman, dengan pemandangan pegunungan di kejauhan.
Banyak pengunjung yang datang ke sini selepas berwisata untuk menikmati hidangan berat sebelum kembali ke kota. Daging sate kelinci di sini terkenal lebih empuk karena menggunakan kelinci muda, sementara bumbu kacangnya memiliki cita rasa khas yang sedikit manis dan gurih. Satu porsi biasanya berisi sepuluh tusuk, cukup mengenyangkan tanpa membuat perut terasa penuh.
Dengan udara sejuk, pemandangan hijau, dan aroma sate yang menguar di udara, pengalaman makan ini seolah membawa kehangatan tersendiri. Tak heran jika banyak wisatawan menjadikan sate kelinci sebagai agenda wajib setiap kali berkunjung ke Malang dan Batu sajian sederhana yang mampu menghadirkan kenikmatan luar biasa di akhir pekan. (mkp)
Editor : A. Nugroho